PROKAL.CO- Meskipun Tim Nasional Brasil berhasil mengalahkan Jepang dan memastikan diri lolos ke babak berikutnya, kemenangan tersebut ternyata tidak mampu memuaskan sang legenda, Ronaldo Luis Nazario de Lima. Mantan striker legendaris berjuluk The Phenomenon ini justru mengungkapkan kekecewaan mendalam atas gaya permainan Selecao di bawah asuhan pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti.
Ronaldo menilai identitas sepak bola Brasil yang terkenal dengan hiburan dan keindahannya (Joga Bonito) telah hilang. Rasa frustrasinya tersebut ia tumpahkan secara blak-blakan sesaat setelah pertandingan berakhir.
"Aku sedih, ini bukan Brasil-ku. Mengapa ada pelatih Italia yang melatih timku? Aku tak peduli jika Martinelli mencetak gol, Joao Pedro mencetak banyak gol untuk klubnya dan kalian lebih memilih Endrick dan Martinelli daripada dia. Kita perlu mempertanyakan keputusan Ancelotti," ujar Ronaldo dengan nada geram.
Kritik tajam Ronaldo tidak berhenti sampai di situ. Ia mempertanyakan beberapa keputusan krusial Ancelotti di dalam lapangan, mulai dari membangkucadangkan pemain bintang hingga memaksakan pemain senior yang dianggapnya sudah melewati masa keemasan.
Ronaldo menyoroti bagaimana Neymar hanya menjadi penonton di bangku cadangan sepanjang laga, sesuatu yang menurutnya sangat tidak masuk akal untuk pemain sekelas dia. Selain itu, lini tengah Brasil juga tak luput dari semprotan sang legenda akibat gol pertama Jepang yang bersumber dari kesalahan lini tengah.
"Mengapa Neymar duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan? Ini tak terlihat benar bagiku. Mengapa seorang pria tua masih bermain sebagai gelandang bertahan untuk negaraku? Casemiro membuat kita kebobolan gol pertama. Ini bukan salahnya, dia sudah tua. Jika kita terus seperti ini, kita tak akan mencapai final," tegas pemilik dua trofi Piala Dunia tersebut.
Sebut Lini Serang Kalah Menghibur, Ronaldo Incar Pep Guardiola
Sebagai mantan penyerang yang mematikan, Ronaldo mengaku sama sekali tidak menikmati performa para pemain sayap Brasil saat ini. Ia bahkan membandingkan daya dobrak winger Brasil dengan talenta-talenta muda dari negara lain seperti Michael Olise dan Lamine Yamal yang dianggapnya jauh lebih atraktif.
"Aku tak menikmati menonton winger kita. Olise dan Yamal lebih menghibur daripada winger kita. Kita adalah Brasil, kita seharusnya menjadi raja hiburan," cetusnya.
Melihat situasi tim nasional yang dinilainya salah arah, Ronaldo menegaskan bahwa Carlo Ancelotti bukanlah sosok yang tepat untuk menakhodai raksasa Amerika Selatan tersebut. Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di sepak bola Brasil, ia berencana untuk segera mengambil tindakan nyata dengan menghubungi konfederasi sepak bola setempat demi membawa perubahan besar di kursi kepelatihan.
"Ancelotti bukan orang yang tepat untuk kita. Aku akan bicara dengan federasi sepak bola Brasil, mereka perlu merekrut Pep setelah Piala Dunia," pungkas Ronaldo. (*)
Editor : Indra Zakaria