PROKAL.CO- Aroma persaingan sengit menyelimuti persiapan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Kolombia dengan Ghana. Duel hidup mati demi memperebutkan satu tiket berharga menuju babak 16 besar ini akan digulirkan di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/7) dengan waktu kick-off pukul 08.30 WIB.
Pertandingan ini memiliki daya tarik tersendiri karena menjadi panggung reuni bagi pelatih Ghana, Carlos Queiroz. Juru taktik kawakan asal Portugal tersebut tercatat pernah menakhodai timnas Kolombia pada periode Februari 2019 hingga Desember 2020 silam.
Kolombia menapaki fase gugur dengan modal yang sangat meyakinkan setelah keluar sebagai juara Grup K. Skuad berjuluk Los Cafeteros tersebut tampil impresif sepanjang babak penyisihan dengan mengemas tujuh poin. Armada bentukan Nestor Lorenzo ini sukses melibas Uzbekistan 3-1, menundukkan RD Kongo 1-0, serta berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Portugal, tanpa gol.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Ghana yang harus bersusah payah lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik dari Grup L. Skuad berjuluk Black Stars ini melaju setelah mengumpulkan empat poin, hasil dari kemenangan tipis 1-0 atas Panama, menahan imbang Inggris tanpa gol, dan takluk 1-2 di tangan Kroasia.
Meskipun secara statistik Kolombia jauh lebih diunggulkan berkat materi pemain yang merata, Carlos Queiroz menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar. Ia menyadari gaya main Kolombia sudah banyak bertransformasi di bawah arahan Nestor Lorenzo dan siap meracik taktik khusus untuk menjinakkan mantan anak asuhnya.
"Saya mengenal para pemain Kolombia dengan sangat baik. Kami harus mempelajari skuad Kolombia saat ini, bukan tim yang ada di masa lalu. Tentu saja kami sangat memahami semua kualitas yang dimiliki para pemain tersebut,” kata Queiroz dalam sesi konferensi pers yang dilansir dari Channel News Asia.
Queiroz memprediksi tensi pertandingan akan berjalan sangat menarik karena kedua tim sama-sama memiliki titik lemah yang bisa dieksploitasi. Ia menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa pasukannya tampil meledak demi melangkah lebih jauh di turnamen paling bergengsi ini.
"Kolombia bukan tim yang sempurna. Mereka tim yang bagus, tetapi tidak sempurna. Kami juga tim yang hebat, namun tidak sempurna. Apa pun hasilnya, ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Black Stars harus bersinar besok,” tegas mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United tersebut.
Menariknya, laga di Kansas City ini bakal mencatatkan sejarah baru bagi kedua negara. Berdasarkan data dari laman 11vs11, Kolombia dan Ghana tercatat belum pernah bertemu sama sekali di ajang internasional, baik resmi maupun laga uji coba coba.
Analisis Strategi dan Prediksi Skor Akhir
Di atas kertas, jurang peringkat FIFA kedua tim terbilang cukup lebar. Kolombia saat ini nangkring di urutan ke-11 dunia, sedangkan Ghana berada jauh di posisi ke-65. Kendati demikian, Black Stars dikenal memiliki pertahanan blok rendah (low block) yang sangat rapat dan disiplin. Taktik defensif ini terbukti ampuh saat mereka membuat frustrasi lini depan Inggris di fase grup.
Ghana diprediksi akan kembali menerapkan strategi bertahan total sembari mengandalkan skema transisi cepat melalui kecepatan sang penyerang sayap, Antoine Semenyo. Namun, menghentikan kreativitas lini tengah dan depan Kolombia jelas bukan perkara mudah. Los Cafeteros memiliki barisan bintang pembeda seperti Luis Diaz, James Rodriguez, hingga Luis Suarez yang punya kapasitas membongkar tembok kokoh lawan. Kolombia diprediksi akan mendominasi penguasaan bola dan mengakhiri laga dengan kemenangan tipis 1-0. (*)
Editor : Indra Zakaria