PROKAL.CO- Kemenangan dramatis tim nasional Portugal atas Kroasia dengan skor 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan cerita tentang kehebatan di lapangan hijau. Jagat maya kini tengah dihebohkan oleh aksi emosional pemain muda Portugal bernomor punggung 13, Renato Veiga, yang langsung bersujud di atas rumput Stadion Toronto sesaat setelah peluit panjang ditiup wasit.
Momen haru yang tertangkap kamera tersebut langsung memicu gelombang perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet, khususnya dari komunitas pencinta sepak bola muslim, beramai-ramai mengekspresikan rasa kagum dan berspekulasi bahwa gelandang berbakat tersebut merupakan seorang mualaf atau pemeluk agama Islam.
Selebrasi Spontan yang Membelah Perhatian Netizen
Laga hidup mati melawan Kroasia memang menguras emosi luar biasa bagi skuad Selecao das Quinas. Setelah tertinggal lebih dulu dan terus ditekan, Portugal berhasil bangkit secara heroik lewat gol penalti Cristiano Ronaldo sebelum akhirnya mengunci tiket kelolosan berkat gol telat Goncalo Ramos di masa injury time.
Di saat para pemain lain berlarian merayakan kemenangan bersama Ramos dan Ronaldo, Renato Veiga memilih cara sendiri yang sangat menyita perhatian. Pemain serbabisa itu berlutut dan menempelkan dahinya ke tanah dalam posisi yang sangat identik dengan gerakan sujud syukur yang biasa dilakukan oleh para pesepak bola muslim dunia.
Aksi spontan ini langsung menjadi viral dalam hitungan menit. Di media sosial X dan TikTok, potongan video dan foto selebrasi Veiga dibanjiri ribuan komentar yang menyambut hangat aksi tersebut dengan anggapan bahwa timnas Portugal kini memiliki pilar muslim baru pasca-era pemain keturunan imigran terdahulu.
Antara Ekspresi Religius dan Simbol Rasa Syukur Universal
Perdebatan mengenai latar belakang keyakinan Renato Veiga pun menjadi topik yang paling banyak dicari oleh netizen setelah pertandingan usai. Banyak warganet yang langsung mengaitkan gerakan tersebut sebagai identitas keislaman yang kuat, mengingat gestur sujud di lapangan hijau sudah sangat melekat pada bintang-bintang muslim seperti Mohamed Salah atau Sadio Mane.
"Melihatnya bersujud membelah lapangan setelah laga seberat itu benar-benar pemandangan yang indah. Apakah Renato Veiga seorang muslim? Jika iya, ini sangat luar biasa bagi skuad Portugal," tulis salah satu komentar warganet yang banyak disukai di media sosial.
Meski demikian, beberapa pengamat sepak bola dan sebagian netizen lain mengingatkan publik untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan emosional. Dalam budaya olahraga modern, gestur menempelkan dahi ke tanah atau mencium rumput lapangan kerap digunakan oleh para atlet dari berbagai latar belakang keyakinan sebagai simbol rasa syukur yang universal dan ungkapan kelelahan yang luar biasa setelah melewati tekanan mental yang masif.
Hingga saat ini, baik Renato Veiga maupun pihak timnas Portugal belum memberikan pernyataan resmi terkait kehidupan personal dan keyakinan sang pemain. Terlepas dari ramainya spekulasi tersebut, netizen sepakat bahwa dedikasi serta totalitas emosi yang ditunjukkan oleh pemilik nomor 13 itu menjadi salah satu momen paling ikonik dan berjiwa yang lahir di panggung Piala Dunia 2026 (*)
Editor : Indra Zakaria