BOSTON — Prancis berada di atas angin untuk melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 dalam laga perempat final melawan Maroko yang akan digelar di Boston Stadium pada Jumat dini hari WIB. Berbagai simulasi statistik dan bursa taruhan internasional kompak menempatkan sang juara dunia dua kali sebagai favorit utama.
Berdasarkan data dari Opta Supercomputer yang melakukan 25.000 simulasi pertandingan, peluang kemenangan mutlak dikantongi oleh armada Les Bleus.
"Dari simulasi yang dilakukan, Prancis memiliki peluang menang dalam waktu normal sebesar 60,9 persen. Sementara peluang Maroko menang mencapai 16,9 persen dan kemungkinan pertandingan berakhir imbang setelah 90 menit sebesar 22,2 persen," rilis laporan statistik dari The Analyst mengenai peta kekuatan kedua tim.
Status unggulan ini sejalan dengan prediksi bursa taruhan dunia seperti FanDuel, DraftKings, hingga Unibet yang menjagokan Kylian Mbappe dan kawan-kawan menyudahi perlawanan wakil Afrika tersebut dalam waktu normal 90 menit. Terlebih, pelatih Prancis Didier Deschamps akan mengukir sejarah besar dalam laga ini.
"Pertandingan ini akan menjadi laga ke-25 saya sebagai pelatih di Piala Dunia. Jumlah ini menyamai rekor legenda Helmut Schon sebagai pelatih dengan pertandingan terbanyak," ujar Didier Deschamps yang menyikapi rekor tersebut sebagai motivasi tambahan bagi timnya.
Kendati Prancis diunggulkan karena kedalaman skuadnya yang mewah, kantor berita Reuters memperingatkan bahwa Singa Atlas akan menjadi batu sandungan terbesar yang dihadapi Prancis sejauh ini. Maroko lolos ke babak 8 besar tanpa menelan kekalahan, termasuk saat melumat Kanada 3-0.
Maroko yang berjuluk Singa Atlas ini juga memiliki catatan emas sebagai satu-satunya tim Afrika yang mampu tidak terkalahkan dalam lima pertandingan pertama pada dua edisi Piala Dunia berbeda, yaitu 2022 dan 2026. Lini belakang mereka yang dikomandani Issa Diop—bek kelahiran Prancis yang kini membela Maroko—diprediksi akan tampil habis-habisan meredam agresivitas Kylian Mbappe.
"Kami tahu Prancis memiliki kualitas individu yang luar biasa di setiap lini, terutama lewat serangan sayap mereka. Namun, tim kami telah membuktikan mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia lewat organisasi pertahanan yang disiplin dan transisi menyerang yang cepat," kata perwakilan tim Maroko lewat rilis Reuters menjelang laga krusial tersebut.
Prancis sendiri diprediksi akan unggul tipis dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket semifinal. Namun, jika Maroko mampu mempertahankan tembok kokoh mereka seperti saat menyingkirkan tim-tim besar sebelumnya, duel sengit di Boston ini bukan tidak mungkin akan berlanjut hingga babak tambahan waktu atau adu penalti. (*)
Editor : Indra Zakaria