PROKAL.CO- Atmosfer menjelang laga panas antara Inggris dan Argentina di semifinal Piala Dunia kian membara, namun kali ini percikannya datang dari dalam ruang ganti dan tribun penonton. Gelombang kontroversi mencuat setelah gema nyanyian bernada provokatif yang membawakan isu sensitif Kepulauan Falkland (Malvinas) dilantunkan oleh skuad serta pendukung La Albiceleste.
Media-media ternama Inggris, termasuk Daily Mirror, merespons keras aksi tersebut dan menyuarakan kejengkolan publik Britania. Yurisdiksi atas Kepulauan Falkland—wilayah yang dikelola Inggris namun terus diklaim Argentina—memang memiliki luka sejarah mendalam akibat perang berdarah pada dekade 1980-an yang merenggut ratusan nyawa prajurit dari kedua belah pihak.
Nyanyian bertajuk dedikasi "untuk Malvinas, untuk Diego, untuk pertandingan terakhir Leo" itu dinilai media Inggris sebagai bentuk ejekan terbuka dan aksi balas dendam politik sebelum peluit kick-off dibunyikan. Lirik yang mengaitkan memori perang dengan semangat menjuarai piala dunia ini tak hanya dinyanyikan di tribun, tetapi juga menggema di dalam ruang ganti tim Argentina usai kemenangan dramatis mereka.
Bagi publik Argentina, nyanyian yang mengadopsi ritme yel-yel kemenangan sejak Piala Dunia Qatar 2022 tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi para pahlawan perang yang gugur sekaligus pelecut semangat tim "Scaloneta". Namun di mata publik London, hal ini dipandang sebagai bentuk provokasi anti-Inggris yang melampaui batas rivalitas olahraga.
Perseteruan emosional ini dipastikan bakal melipatgandakan tensi pertandingan di lapangan hijau. Pertemuan dua raksasa sepak bola dunia ini tak lagi sekadar perebutan tiket menuju babak final, melainkan laga adu gengsi yang dibayangi pertaruhan sejarah dan luka lama yang kembali terbuka. (*)
Editor : Indra Zakaria