Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Empat Raksasa Tersisa: Duel Klasik Lintas Benua di Semifinal Piala Dunia 2026

Redaksi Prokal • Senin, 13 Juli 2026 | 07:28 WIB
Duel Spanyol kontra Prancis Kembali tersaji.
Duel Spanyol kontra Prancis Kembali tersaji.

MIAMI – Panggung Piala Dunia 2026 kini telah mencapai titik didih paling ekstrem. Rangkaian drama menegangkan di babak perempat final resmi berakhir dengan menyisakan empat negara adidaya sepak bola yang sukses mengamankan tiket ke babak semifinal. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina berdiri tegak sebagai empat raksasa yang siap saling hantam demi memperebutkan takhta tertinggi jagat raya.

Pertempuran hidup-mati ini akan segera digulirkan pada pekan depan. Melihat kemewahan komposisi tim yang tersisa, pencinta sepak bola dunia dipastikan akan disuguhi dua laga yang sama-sama berkelas layaknya laga final kepagian karena kedalaman skuad masing-masing negara yang bertabur bintang dunia.

Duel klasik sesama raksasa Eropa antara Prancis kontra Spanyol akan menjadi hidangan pembuka yang sangat dinantikan. Pertandingan yang mempertemukan dua kiblat sepak bola modern tersebut bakal digelar di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Rabu petang waktu setempat.

Sehari berselang, giliran rivalitas legendaris lintas benua yang akan membakar rumput hijau saat Argentina menantang Inggris. Pertemuan sarat gengsi antara wakil Amerika Selatan dan Eropa ini dijadwalkan bergulir di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis mendatang.

Langkah keempat tim menuju fase krusial ini dilewati dengan perjuangan yang luar biasa dramatis. Prancis menjadi negara pertama yang melenggang mulus setelah meredam agresivitas Maroko dengan skor meyakinkan dua gol tanpa balas. Langkah impresif ini langsung diikuti oleh Spanyol yang sukses memulangkan Belgia lewat kemenangan tipis dua satu.

Sementara itu, jalur lebih terjal harus dilewati oleh Inggris dan Argentina. Tiga Singa harus memeras keringat hingga babak perpanjangan waktu seratus dua puluh menit untuk menyudahi perlawanan sengit Norwegia dengan skor dua satu. Nasib serupa juga dialami sang juara bertahan Argentina, yang dipaksa bertarung habis-habisan selama seratus dua puluh menit sebelum akhirnya menyudahi perlawanan alot Swiss dengan skor akhir tiga satu.

Menariknya, skenario ini membuka peluang besar terjadinya partai final ulangan edisi lalu di Qatar. Jika Prancis mampu menjinakkan armada Spanyol dan Argentina berhasil menumbangkan kedigdayaan Inggris, maka duel ulangan antara Kylian Mbappe cs melawan Lionel Messi cs akan kembali tercipta di partai puncak.

Namun, Spanyol jelas bukan kerikil kecil yang mudah disingkirkan. Menatap laga semifinal, tim Matador membawa modal psikologis yang sangat kuat berkat catatan dua kemenangan beruntun atas Prancis dalam dua pertemuan terakhir.

Wide attacker andalan Spanyol, Nico Williams, yang menjadi mimpi buruk Prancis di UEFA Nations League tahun lalu lewat sumbangan satu gol dan satu assist, mengibarkan genderang perang dengan penuh percaya diri.

"Dua kali kami pernah mengalahkan mereka. Kami ingin melakukannya kembali kali ini," koar Nico Williams dengan nada menantang.

Di sisi lain, sorotan kamera juga tertuju pada wonderkid sensasional Lamine Yamal. Meskipun baru mengemas satu gol di sepanjang turnamen ini yang dicetaknya saat melibas Arab Saudi empat kosong di fase grup, peraih gelar pemain terbaik pada laga kontra Belgia itu menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memikirkan ambisi pribadi.

"Aku tidak merasa frustrasi. Aku sudah memenangi Euro, dan di sana aku masih bisa menciptakan gol. Selama kami melaju, aku akan sangat senang. Bagiku, yang terpenting adalah capaian tim," tegas Lamine Yamal secara langsung mengenai performanya.

Kini, pertaruhan terbesar telah dimulai. Pemenang dari dua laga hidup mati ini otomatis akan melaju ke partai puncak, sementara tim yang kalah harus puas saling sikut untuk memperebutkan tempat ketiga. (*)

Editor : Indra Zakaria
#piala dunia 2026