EAST RUTHERFORD — Panggung tertinggi sepak bola dunia siap memuncak di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin (20/7) dini hari WIB. Partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina ini langsung memanaskan bursa prediksi, dengan menempatkan La Roja sebagai favorit utama untuk mengangkat trofi emas.
Berdasarkan pergerakan pasar taruhan menjelang laga, Spanyol mengantongi odds 1,69, sementara Argentina berada di angka 2,35. Angka ini menunjukkan probabilitas kemenangan skuad asuhan Luis de la Fuente yang melonjak drastis hingga di atas 60 persen, terutama setelah mereka mendepak Prancis dua gol tanpa balas di semifinal.
Tembok Kokoh dan Kedalaman Skuad La Roja
Alasan terbesar mengapa Spanyol begitu diunggulkan terletak pada keseimbangan taktik dan organisasi pertahanan mereka yang mengerikan. Sepanjang turnamen hingga menembus final, gawang La Roja tercatat baru kebobolan satu gol. Ketangguhan ini terbukti saat meredam daya ledak Prancis, yang hanya diberi ruang menciptakan expected goals (xG) sebesar 0,31.
Selain lini belakang yang rapat, kedalaman skuad Spanyol menjadi momok bagi lawan. Rodri tetap berdiri tangguh sebagai jenderal lapangan tengah, ditemani Mikel Oyarzabal yang tajam dengan torehan lima gol. Nama-nama seperti Lamine Yamal yang eksplosif serta Mikel Merino yang kerap muncul sebagai pembeda dari bangku cadangan, membuat pilihan strategi Spanyol begitu kaya.
Keuntungan fisik juga berpihak pada raksasa Eropa ini. Spanyol memiliki waktu istirahat sehari lebih lama dan belum pernah sekalipun dipaksa bermain hingga babak tambahan waktu sepanjang turnamen. Historis pun mencatat, enam final Piala Dunia terakhir selalu dimenangi oleh tim yang menyandang status favorit sebelum laga dimulai.
Komparasi Kekuatan Finalis Piala Dunia 2026
Spanyol: Rekor defensif terbaik (hanya kebobolan 1 gol), unggul kebugaran fisik, belum pernah bermain hingga babak perpanjangan waktu.
Argentina: Mentalitas juara bertahan, produktif di menit-menit akhir (9 gol di menit ke-79 atau lebih), kartu as adu penalti pada sosok Emiliano Martinez.
Meski datang dengan status underdog, haram hukumnya mencoret Argentina dari peta persaingan. Anak asuh Lionel Scaloni melangkah ke final dengan modal kemenangan comeback dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal. Laga tersebut disebut-sebut sebagai penampilan terbaik La Albiceleste yang sukses mendominasi babak kedua dengan raihan xG mencapai 1,81.
Senjata utama Argentina berada pada aspek non-teknis, yakni pengalaman bertanding di laga besar dan mentalitas pantang menyerah. Karakter ini dibuktikan dengan catatan impresif mereka yang mampu melesakkan sembilan gol pada menit ke-79 atau setelahnya sepanjang fase gugur.
Di atas lapangan, sang kapten Lionel Messi tetap menjadi roh permainan. Pemain berjuluk La Pulga tersebut telah mengemas 8 gol dan total 12 kontribusi gol, termasuk sumbangan dua assist krusial saat memulangkan Inggris. Jika laga harus berjalan alot hingga babak tos-tosan, Argentina juga memiliki Emiliano Martinez, penjaga gawang yang punya rekor selalu menang dalam empat sesi adu penalti bersama tim nasional.
Pertemuan terakhir kedua tim di laga resmi memang sudah teramat lampau saat Argentina menang 2-1 di Piala Dunia 1966, sementara uji coba terakhir pada 2018 berakhir dengan kemenangan telak Spanyol 6-1. Namun di New Jersey nanti, cuaca panas dan atmosfer final dipastikan akan memeras habis kesabaran kedua tim. Spanyol boleh saja memegang kendali di atas kertas prediksi, tetapi magis Lionel Messi dan mental juara La Albiceleste siap merusak ramalan bursa kapan saja. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co