NEW JERSEY — Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, akhirnya meluapkan kemarahannya setelah bungkam pasca-kekalahan menyakitkan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Alih-alih meratapi kegagalan timnya di lapangan, megabintang berusia 39 tahun tersebut justru menumpahkan kekesalannya terhadap keputusan wasit dan VAR yang dinilainya tebang pilih dalam menerapkan regulasi baru FIFA terkait larangan menutup mulut.
Messi menegaskan bahwa bek sayap Spanyol, Marc Cucurella, dengan sengaja melakukan pelanggaran tersebut saat keduanya terlibat ketegangan, namun korps baju hitam justru menutup mata.
"Saya tidak mengerti bagaimana Marc Cucurella bisa tetap berada di lapangan setelah apa yang terjadi. Dia menutup mulutnya, menatap mata saya dan mengatakan sesuatu yang benar-benar tidak hormat. Wasit berdiri di dekatnya, namun memilih untuk mengabaikannya," ujar Messi dengan nada kecewa.
Pemain berjuluk La Pulga ini merasa ada standar ganda yang diterapkan oleh pengadil lapangan di partai puncak tersebut. Menurutnya, ketegasan aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat konfrontasi seolah melunak ketika hal itu dilakukan oleh pemain lawan.
"Jika saya melakukan hal yang sama, saya jamin saya akan langsung dihukum. Itulah yang paling membuat saya frustrasi. Aturan sepertinya berubah tergantung pada siapa yang terlibat," lanjut mantan bintang Barcelona itu.
Kekalahan menyakitkan 0-1 di babak perpanjangan waktu, ditambah kartu merah yang diterima rekannya, Enzo Fernandez, membuat jalannya laga final ini terasa sangat tidak adil bagi kubu Tim Tanggo. Di akhir pernyataannya, Messi bahkan melontarkan sindiran keras terhadap integritas sistem kompetisi malam itu.
"Saya sudah cukup lama berada di sepak bola untuk mengenali kapan sesuatu terasa tidak benar. Momen seperti ini membuat Anda mempertanyakan segalanya. Kadang-kadang rasanya seperti sistem selalu saja curang, dan malam ini hanya memperkuat perasaan itu," pungkas Messi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co