Dani Olmo Buka Suara Soal Insiden Pemukulan Oleh Staf Argentina: Kami Tunjukkan Kelas

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:45 WIB
Roberto Ayala memukul Dani Olmo (kiri) dan keributan antara pemain Spanyol dan Argentina (kanan).
Roberto Ayala memukul Dani Olmo (kiri) dan keributan antara pemain Spanyol dan Argentina (kanan).

 
EAST RUTHERFORD – Kemenangan Spanyol atas Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026 diwarnai insiden kericuhan usai peluit panjang berbunyi. Pertikaian di lapangan kian memanas setelah salah satu anggota staf kepelatihan Argentina, Roberto Ayala, terekam kamera memukul wajah gelandang Spanyol, Dani Olmo.

Menanggapi insiden fisik tersebut, Dani Olmo secara terbuka mengungkapkan situasinya. Ia mengaku sempat tersulut emosi saat tindakan tidak terpuji itu terjadi di depan matanya.

"Lihat, ketika seseorang dari staf mereka meletakkan tangannya di wajahku seperti itu, insting pertamaku adalah membalas memukulnya—aku manusia, dan di tengah panasnya momen itu, kamu ingin membela diri. Tapi aku menahan diri," ujar Dani Olmo.

Pemain yang membawa La Roja meraih trofi juara dunia tersebut menegaskan alasannya memilih untuk tidak membalas provokasi tersebut di lapangan. "Aku tidak ingin memberikan contoh buruk bagi semua anak-anak dan penggemar yang menonton dari rumah. Kami punya tanggung jawab, dan kami adalah panutan bagi generasi berikutnya," lanjut Olmo menegaskan.

Gelandang serang Spanyol itu juga melontarkan kritik pedas terhadap sikap emosional yang ditunjukkan kubu La Albiceleste usai laga berakhir. Ia menilai timnya berhasil memenangkan pertandingan tidak hanya secara taktik, tetapi juga dalam hal menjunjung tinggi nilai sportivitas.

"Jujur saja, aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan setelah pertandingan. Mereka boleh mengamuk, memukul, atau bertingkah, tapi hari ini kami menunjukkan kelas yang jauh lebih baik daripada mereka—baik di lapangan maupun di luar lapangan," tutur Olmo.

Di akhir keterangannya, Olmo memberikan pengecualian khusus kepada sosok kapten Argentina, Lionel Messi, sembari menyayangkan sikap keseluruhan anggota tim lawan yang dinilainya terlalu provokatif. "Tapi mari jujur: selain Messi, yang selalu membawa diri dengan kelas murni, rasanya seperti seluruh skuad dan staf itu hanya menunggu alasan untuk bertarung sepanjang waktu," ungkapnya mengakhiri. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026