PROKAL.CO- Lini serang Timnas Indonesia di ajang ASEAN Championship 2026 kedatangan amunisi yang tidak biasa. Pelatih John Herdman secara mengejutkan memasukkan nama Mitchell Baker ke dalam daftar pemain utama Skuad Garuda. Kehadiran penyerang muda berusia 19 tahun ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional, bukan hanya karena latar belakangnya, melainkan juga berkat posturnya yang menjulang hingga 196 sentimeter.
Lahir dan besar di Melbourne, Australia, darah Indonesia dalam tubuh Baker mengalir dari garis keturunan sang ibu. Neneknya, Maureen Lee Baker, memiliki akar keluarga yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang. Keterikatan emosional serta silsilah tersebut melapangkan jalannya untuk mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia pada pertengahan Juli lalu di Jakarta, sebuah momen yang diakuinya sebagai kebanggaan besar bagi seluruh keluarga besarnya.
Baca Juga: Mitchell Baker Cetak Hattrick, Garuda Gilas Kamboja 5-1 di Pakansari
Perjalanan karier sepak bola Baker terbilang sangat berwarna untuk pemain seusianya. Mengasah bakat awal di Hong Kong Football Club sejak usia sepuluh tahun, ia kemudian menimba ilmu di akademi Northcote City dan Melbourne Victory. Langkah besarnya berlanjut saat berusia 15 tahun ketika memutuskan hijrah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Black Rock FC, sebelum akhirnya memperkuat tim sepak bola Georgetown University.
Sensasi Baker di Negeri Paman Sam berlanjut ketika namanya masuk dalam daftar pilihan Colorado Rapids lewat ajang MLS SuperDraft. Kepastian bergabung dengan klub kasta tertinggi Major League Soccer tersebut menjadikan Baker sebagai salah satu talenta muda Indonesia paling potensial yang meniti karier di kompetisi level atas Amerika Serikat.
Kehadiran striker berpostur raksasa ini menjadi jawaban atas kebutuhan taktik John Herdman di Piala AFF 2026. Dalam laga pembuka Grup A melawan Kamboja, Baker langsung dipercaya tampil sebagai juru gedor utama. Kemampuannya memenangi duel udara, menahan bola, serta menjadi pemantul serangan memberikan dimensi baru bagi permainan Timnas Indonesia yang selama ini kerap kesulitan memaksimalkan peluang dari skema umpan silang dan bola-bola atas. Ini dibuktikan dengan 3 golnya ke gawang Kamboja. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co