Tragedi Maut Lapangan Hijau, Kiper Jesus Owono Terpukul Usai Meninggalnya Striker Tenerife

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 17:50 WIB
Tabrakan antara Jesus De Meguel dan Jesus Owono, yang berujung kematian pada De Muguel setelah mendapatkan perawatan.
Tabrakan antara Jesus De Meguel dan Jesus Owono, yang berujung kematian pada De Muguel setelah mendapatkan perawatan.

MADRID — Kiper FC Andorra, Jesus Owono, tengah berada dalam fase paling berat dalam hidupnya. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu mengaku sangat terpukul dan kesulitan menerima kenyataan setelah terlibat dalam insiden tabrakan maut yang merenggut nyawa penyerang Tenerife, Jesus de Miguel.

"Ini adalah hari-hari paling sulit dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata dan sangat sulit menerima apa yang telah terjadi," ungkap Owono dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh FC Andorra.

Insiden tragis tersebut terjadi pada pekan ke-12 Divisi Segunda di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Tenerife, Senin (2/11/2026). Peristiwa bermula ketika Owono keluar jauh dari sarangnya untuk menghalau bola, namun berujung pada benturan keras dengan Jesus de Miguel.

Akibat tabrakan itu, penyerang berusia 30 tahun tersebut langsung kolaps, tak sadarkan diri, dan harus dilarikan menggunakan ambulans ke rumah sakit. Owono sendiri langsung diganjar kartu merah oleh pengadil lapangan, sementara pertandingan terpaksa dihentikan.

Kehilangan mendalam dirasakan oleh seluruh insan sepak bola Spanyol. Jesus de Miguel, yang baru bergabung dengan Tenerife pada musim panas 2025 dan telah memiliki seorang anak, dinyatakan meninggal dunia. Owono, yang merupakan penjaga gawang tim nasional Guinea Khatulistiwa dengan catatan 47 caps, dikabarkan absen dari sesi latihan FC Andorra pada Rabu (4/11/2026) demi memulihkan kondisi mentalnya. Sebelum berlatih, skuad FC Andorra terlebih dahulu menggelar prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang korban.

”Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kepergian Jesus. Pikiran saya tertuju kepadanya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya," tutur Owono melalui pernyataan klub. "Saat ini, saya tidak bisa memikirkan hal lain selain Jesus dan kesedihan yang kita semua rasakan. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus."

Dukungan moral turut mengalir dari rekan setimnya di FC Andorra, Lautaro Spatz. Melalui media sosial, bek tengah tersebut menegaskan bahwa insiden tersebut murni kecelakaan di lapangan.

"Orang-orang yang mengenalnya tahu seperti apa dirinya, betapa besar penderitaannya saat ini, dan bahwa dia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun," tulis Spatz.

Di sisi lain, otoritas kepolisian Spanyol bergerak melakukan prosedur standar dengan membuka penyelidikan terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian (involuntary manslaughter). Berdasarkan hukum di Spanyol, setiap kematian tidak wajar secara otomatis memicu investigasi yudisial.

Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa melalui sang presiden, Venancio Tomas Micha, juga telah menyatakan dukungan penuh kepada Owono yang kini harus menghadapi tekanan emosional dan proses hukum yang berjalan. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, aksi mengheningkan cipta selama satu menit juga diagendakan dalam berbagai pertandingan kompetisi Eropa pekan ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
tenerife