TELUK PANDAN – Suasana duka menyelimuti Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, setelah dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah kolam pemandian milik warga pada Jumat (30/1) siang. Insiden memilukan ini terjadi di wilayah RT 09 dan menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
Peristiwa ini bermula saat kedua korban yang masing-masing berusia 10 dan 8 tahun diketahui sedang bermain di sekitar area kolam. Menurut keterangan saksi mata, kedua bocah tersebut sebenarnya sempat terlihat oleh warga sekitar dan diberikan teguran agar tidak bermain terlalu dekat dengan air. Namun, takdir berkata lain saat kedua korban diduga terpeleset atau terjebak di dalam kolam yang cukup dalam bagi anak-anak seusia mereka.
Kecurigaan orang tua korban muncul ketika mendapati kedua buah hatinya tidak kunjung pulang ke rumah. Saat melakukan pencarian di sekitar lokasi yang biasa menjadi tempat bermain, sang orang tua menemukan sepasang sandal milik korban tertinggal di tepi kolam. Temuan tersebut memicu kepanikan warga yang kemudian bahu-membahu melakukan penyisiran di dalam kolam.
Sekitar pukul 14.30 WITA, kedua bocah malang tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Meski sempat dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan pemeriksaan medis, nyawa kakak beradik ini tidak tertolong. Jenazah keduanya kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU Muslim RT 04 Desa Suka Rahmat.
Kapolsek Teluk Pandan, IPTU Joko Feriyanto Susilo, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian ini murni merupakan kecelakaan tragis tanpa unsur kesengajaan. Ia pun mengimbau dengan sangat agar para orang tua lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di area yang berisiko, seperti kolam, rawa, maupun sungai, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (*)
Editor : Indra Zakaria