Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mudik Lebaran Membludak! Tiket Pelni dari Pelabuhan Loktuan Ludes untuk 13 dan 16 Maret

Indra Zakaria • 2026-02-27 13:00:00

PUNCAK MUDIK: Tiket kapal dari Pelabuhan Loktuan pada keberangkatan 13 dan 16 Maret telah habis. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PUNCAK MUDIK: Tiket kapal dari Pelabuhan Loktuan pada keberangkatan 13 dan 16 Maret telah habis. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

BONTANG – Tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah membuat tiket kapal milik PT Pelni di Pelabuhan Loktuan ludes terjual dalam waktu singkat. Sejumlah calon penumpang kini dilaporkan mulai kebingungan karena dua jadwal keberangkatan utama pada pertengahan Maret sudah tidak lagi menyisakan kuota, baik di loket resmi maupun pembelian daring.

Ani, salah satu warga Tanjung Laut, mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal mendapatkan tiket untuk keberangkatan menuju Sulawesi. Ia berharap pihak Pelni dapat segera mengeluarkan kebijakan dispensasi atau tiket tambahan mengingat besarnya jumlah pemudik yang belum terakomodasi. “Bingung ini mau bagaimana karena bisanya berangkat di tanggal itu, tapi sudah habis informasinya, kami sangat membutuhkan tiket tambahan,” ujar Ani saat ditemui di sekitar pelabuhan.

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa seluruh tiket telah habis terjual sejak Selasa dini hari untuk jadwal pelayaran KM Egon. Jadwal yang telah penuh tersebut meliputi rute pendek menuju Parepare pada 13 Maret, serta rute panjang pada 16 Maret yang menyasar Parepare, Batulicin, Surabaya, Lembar, hingga Waingapu. Saking tingginya permintaan, seorang petugas pelabuhan bahkan menyebutkan bahwa rekan-rekan mereka sendiri tidak kebagian jatah tiket untuk keberangkatan tersebut.

Manajer Operasional PT Laut Bontang Bersinar (LBB), Jackthin Pamasi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini hanya fokus pada persiapan fasilitas penunjang di pelabuhan. Terkait opsi penambahan kuota tiket selama arus mudik, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali PT Pelni dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Kami tidak memiliki ranah terkait tiket, ranahnya ada di Pelni dan KSOP, LBB hanya persiapan fasilitas saja,” terang Jackthin.

Sebagai solusi alternatif bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket, PT LBB menyarankan calon pemudik untuk memanfaatkan jadwal keberangkatan lebih awal pada 9 Maret mendatang. Pada tanggal tersebut, KM Binaiya dijadwalkan berangkat pukul 15.00 Wita melayani rute Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Benoa, hingga Surabaya. Keberangkatan ini menjadi opsi terakhir sebelum memasuki puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada 13 dan 16 Maret.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau kanal resmi PT Pelni jika sewaktu-waktu ada kebijakan dispensasi penambahan kapasitas kapal sesuai regulasi keselamatan pelayaran. Calon penumpang diminta tidak menggunakan jasa calo atau membeli tiket dari sumber yang tidak resmi guna menghindari risiko penipuan serta ketidakabsahan data penumpang selama perjalanan laut.(*)

Editor : Indra Zakaria