Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Masakan Dibungkus Daun Pisang Bikin Ketagihan

anggri-Radar Tarakan • 2019-06-24 11:33:35

TAK hanya mengandalkan bumbu dan rempah-rempah, kuliner nusantara pun banyak dimasak dengan cara yang unik. Misalnya saja ketupat. Ya daun kelapa muda atau janur, yang dirakit dan diisi beras. Aromanya pun lebih sempurna.

Selain dibungkus daun kelapa muda, masih banyak masakan nusantara yang dibungkus dedaunan. Seperti dari daun pisang. Selain makanan terlihat lebih rapi dan unik, daun pisang pun dipercaya akan memberikan aroma wangi yang khas dan semakin sedap.

Kebanyakan makanan yang berbungkus daun pisang adalah khas nusantara. Mulai dari makanan berat hingga aneka kudapan. Ya, Indonesia memiliki beragam makanan tradisionalnya. Misalnya saja jajanan yang identik dengan daun pisang adalah mendut, lemper, nagasari, pais, barongko dan lainnya.

Nah, selain kudapan, ada pula lauk pauk yang dimasak dan berbungkus daun pisang. Seperti aneka pepes dari ikan, hati dan ampela ayam, serta tahu. Adapula makanan unik, yang terasa nikmat saat disantap dengan alas daun pisang. Ya, sokko makanan tradisional asal Sulawesi Selatan ini. Terkenal di daerah Toraja dan Bugis. Di Makassar, sokko dikenal dengan sebutan songkolo bagadang. Biasanya banyak ditemukan saat tengah malam.

Salah seorang ibu rumah tangga, Elisabeth (54) menjelaskan sokko terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan. Proses memasaknya seperti menanak nasi pada umumnya. “Ada yang pakai beras ketan putih, ada juga yang ketan hitam. Tapi lebih banyak pakai beras ketan hitam. Dikukus sampai matang,” katanya.

Namun cara penyajiannya yang unik. Biasanya sokko disantap bersama serundeng atau parutan kelapa yang digoreng pedas dengan isian ikan teri. Agar terasa lebih nikmat dan sedap, biasanya seporsi sokko dibungkus daun pisang.

“Kalau orang jual, biasanya dibungkus daun pisang karena yang beli tidak makan di warungnya. Dibungkus daun pisang juga kan lebih enak. Tapi kalau buat sendiri di rumah, makan di piring saja juga bisa,” tukasnya. (*/one/fly)

Editor : anggri-Radar Tarakan