Tak hanya enak, penyajian teranyar dan menciptakan rasa unik sebagai inovasi makanan tak kalah penting. Bagaimana jika ada penggabungan rasa Indonesia dan internasionaldalam satu penyajian?
DISAMPAIKAN Agus Riyadi, executive chef di Hotel Horison Samarinda, memilih konsep fusion food yang menghadirkan belasan menu ini menggabungkan dua kultur, lokal dan internasional. Merupakan menu-menu dari Santan Resto.
Sama halnya dengan olahan nasi goreng yang memiliki tiga varian menu. Mulai iga, rawon, dan kambing. Racikan bumbunya menggunakan oregano dan beberapa bumbu lain. Sebagai contoh, nasi goreng kambing dipadukan dengan cita rasa Turki karena penggunaan rempah khas.
IGA: Tak kalah menariknya dengan nasi goreng rawon, nasi goreng iga ini juga patut dicoba. Presentasinya sederhana dengan kaya rasa.
“Secara presentasi, nasi goreng lokal dan klasik. Tapi, soal rasa sangat kentara dengan cita rasa internasional. Dua rasa tetap seimbang. Dalam satu porsi, ada nasi dan iga. Varian rawon, ada daging sapi dan sedikit tambahan paru. Begitu juga dengan kambing. Telur yang jadi pendamping nasi juga lebih sehat karena dikukus, poached egg,” ungkapnya.
Beralih ke gindara sambal matah. Nah, ikan yang satu ini termasuk sulit dan jarang ditemukan di Indonesia. Proses memasaknya ditumis. Teksturnya lembut di dalam dan krispi di luar. Setelah matang, gindara disiram sambal matah. Demi mendapatkan rasa asam segar, Agus menambahkan perasan jeruk nipis dan tambahan kecombrang.
“Ada juga soto betawi. Bedanya karena penggunaan acar modern. Kalau biasanya pakai cuka, kali ini mayones difermentasi. Lalu dicampur kol ungu untuk mendapat warna cantik. Bahan dasar acar tetap sama yakni wortel, timun, nanas, dan bawang. Makin lama ditaruh di chiller makin asam, itu bagus,” lanjutnya.
MUSHROOM BRUSCHETTA: Jamur yang creamy dihasilkan dari campuran cooking cream dan susu. Jamur kancing jadi pilihan.
Ada dua jenis soto betawi. Menggunakan santan dan susu. Agus memilih santan karena rasa gurih dan manisnya lebih seimbang. Dipadu bumbu putih yang dicampur ketumbar. Isinya daging, tomat, dan irisan kentang.
SOTO BETAWI: Kuah yang digunakan berbahan santan, sebab rasanya lebih gurih. Disajikan bersama nasi dan irisan paru goreng.
Menu selanjutnya, baby roasted chicken. Ayam panggang dengan peri-peri sauce, yaitu cabai yang dicampur dengan rempah seperti rosemary. Saus dioles ke ayam lalu dipanggang. Rempah rosemary begitu khas saat ayam dimakan.
Kali ini Agus menjelaskan padthai, berasal dari Thailand. Uniknya, ada perpaduan katsuobushi dari Jepang dan tauge dari Indonesia. Padthai bisa dibilang seperti bumbu merahnya Thailand. Bahan utamanya menggunakan kwetiau.
“Menu bernuansa pasta juga ada namanya prawn pesto pasta. Pada dasarnya pakai sambal hijau dipadu spageti. Untuk udang itu ditumis terlebih dahulu dengan sambal hijau. Jenisnya tiger prawn. Perpaduan Italia dan Indonesianya tetap dapat,” imbuh Agus lagi.
Bebek pun tak ketinggalan sebagai menu yang dieksekusi menjadi fusion food. Bernama oglio honje duck. Dijelaskan Agus, dasar menu ini adalah sambal matah dengan campuran kecombrang. Pedas tapi tetap nikmat. Bicara bebek, Agus menyarankan memilih bagian paha karena cepat matang.
Kemudian squid roll dengan cakwe yang berisi bakso ikan dori. Isian tersebut dikukus dulu lalu digoreng. Cumi dipotong mirip sushi dan disajikan dengan katsuobushi serta nori sebagai topping.
Tiga menu terakhir ini lebih ringan. Pertama, imperial caesar salad yakni brokoli dan salad. Campurannya teri medan, udang, daging ham, dan potongan roti goreng. Lalu, mushroom bruschetta. Roti baguette dengan saus jamur creamy. Jamur kancing jadi pilihan.
“Bikin saus jamur itu membutuhkan seasoning, cooking cream, dan sedikit susu. Jadinya cocok kalau digabung dengan roti baguette yang keras di luar tapi lembut di dalam. Terakhir, roasted beef salad. Pembuatannya simpel, cukup digabung. Ada sirloin, edamame, dan jamur. Sirloin-nya harus dipanggang dulu lalu diiris tipis. Bahan saladnya ada brokoli, salad, serta kol ungu,” pungkasnya. (*/ysm*/rdm2)
Editor : izak-Indra Zakaria