Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Disney Siapkan Konten Berbayar Lagi

izak-Indra Zakaria • 2020-11-18 10:13:46
Photo
Photo

LOS ANGELES– Ada kabar kurang menyenangkan buat pengakses Disney+. Layanan streaming itu dikabarkan akan kembali menerapkan akses khusus berbayar untuk proyek rilisan baru mereka.

CEO Disney Bob Chapek menyatakan, konsep dilanjutkan berkaca pada kesuksesan Mulan. ’’Dari sudut pandang rumah produksi konten, kami puas dengan capaian Mulan dengan premier access,’’ katanya pertengahan pekan lalu, sebagaimana dikutip Entertainment Weekly.

Dia tak menyangkal, rilis film besutan Niki Caro tersebut menuai kontroversi di Amerika Utara maupun global. ’’Terlepas dari pertentangan itu, hasil Mulan pada September lalu sangat positif,’’ ucapnya.

Bisa dibilang, Mulan merupakan proyek percobaan strategi premier access. Film yang dibintangi Liu Yifei dan Donnie Yen itu adalah blockbuster Disney yang dirilis perdana di Disney+. Untuk menonton filmnya, fans harus berlangganan plus merogoh kocek ekstra. Yakni, menebus premier access senilai USD 30 atau sekitar Rp 432 ribu.

Meski mahal dan filmnya menuai kontroversi, Mulan berhasil mendongkrak pelanggan Disney+ hingga 20 persen. Agustus lalu, jumlah pelanggan mencapai 60,5 juta orang. Kemudian, pada rekapitulasi akhir September, angkanya naik menjadi 73,7 juta orang. Mulan juga tercatat di sepuluh besar tayangan streaming dengan jumlah penonton terbanyak.

Chapek menjelaskan, penerapan strategi premier access masih digodok. ’’Kami akan membahasnya lebih lanjut dengan para investor Desember mendatang,’’ ungkap pria yang menjabat CEO Disney sejak Februari lalu itu.

Dia menambahkan, tak semua konten baru Disney+ akan dikenai premier access. Salah satunya, animasi musikal Soul. Film yang dijadwalkan tayang pada liburan Natal bulan depan itu bisa diakses tanpa biaya ekstra. ’’Kami ingin menyediakan konten untuk pelanggan paket dasar. Kami juga berpikir, betapa menyenangkan jika pelanggan bisa menyaksikan Soul bersama keluarga saat liburan,’’ ujar Chapek.

Dia menuturkan, Disney+ menjadi tumpuan Disney di masa sulit ini. Apalagi, Disney dikabarkan merugi tahun ini –yang merupakan kali pertama dalam 40 tahun. Penyebabnya, raksasa industri hiburan tersebut kehilangan penghasilan dari taman hiburan dan box office. (fam/c18/ayi)

Editor : izak-Indra Zakaria