Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Duo Diskoria yang Bikin Penonton Auto Berdansa

izak-Indra Zakaria • 2020-04-13 14:16:49
Diskoria bersama Dian Sastro
Diskoria bersama Dian Sastro

Musik 90-an hingga awal 2000-an ngetren lagi di Indonesia. Diskoria memberi pilihan lebih jadul: disko pop yang populer pada 1970–1980. Di luar ekspektasi, kaum urban dan partygoers ibu kota asyik berdansa dengan irama lawas.

 

Awal Mula Mereka...

 

MERDI Leonardo Simanjuntak, 38, dan Fadli Aat, 44, semula adalah solo DJ. Mereka kerap tampil di berbagai kelab malam. Keduanya juga gemar mengoleksi piringan hitam dan kaset lagu-lagu Indonesia era 70-an dan 80-an. Menurut mereka, lagu pop disko Indonesia lawas cocok untuk pesta musik. ’’Bisa dinyanyikan bareng dan bikin joget,’’ tutur Aat yang dihubungi kemarin (12/4).

Suatu ketika, ketika manggung di sebuah kelab di Jakarta Selatan, Merdi melihat tulisan bahwa disjoki dilarang memainkan lagu Indonesia. ’’Aneh sih. Emang kenapa nggak boleh muterin? Itu udah kayak jadi peraturan nggak tertulis di kelab-kelab Jakarta belasan tahun lalu,’’ kata Merdi saat dihubungi kemarin.

Prihatin karena lagu-lagu pop disko lawas kesukaan mereka seolah ditolak, Merdi dan Aat membuat inovasi saat menjadi solo DJ. Di sela playlist lagu Western, keduanya memasukkan beberapa tembang lawas Indonesia. Mulai lagu almarhum Chrisye, Fariz R.M., hingga Guruh Soekarno Putra.

’’Kecerdikan’’ mereka akhirnya menarik perhatian Suara Disko, event organizer yang berfokus pada pertunjukan musik dengan konsep old Indonesian disco. Keduanya lantas digandeng untuk mengisi acara pada Januari 2015. Meski nama Diskoria belum tercetus, Merdi dan Aat tampil berdua dengan turntable. ’’Ternyata yang datang enjoy. Seumur-umur, saya belum pernah lihat yang seperti ini kalau nge-DJ,’’ ungkap Merdi.

Penampilan Merdi dan Aat bersama Suara Disko pun menjadi perbincangan partygoers Jakarta. Banyak yang penasaran. Dari situ, semakin banyak tawaran manggung. Diskoria kemudian dipilih untuk nama duo tersebut.

 

Pengaruh Mereka...

 

Perlahan, popularitas Diskoria terbentuk. Dari yang awalnya manggung di depan audiens pencinta musik lawas, mereka mulai tampil di kelab-kelab hype Jakarta. Pendengarnya pun beragam. ’’Peminat musik Indonesia butuh hiburan baru. Nggak cuma lagu atau musik EDM Western,’’ terang Merdi.

Bahkan, keduanya mulai tampil di pensi SMP atau SMA. Penontonnya para remaja generasi Z, yang belum lahir ketika lagu-lagu pop disko lawas dirilis. Namun, mereka tetap goyang. Tenggelam dalam keriaan lagu-lagu yang diputar Diskoria dari turntable.

Misalnya, lagu Anak Sekolah dan Hip Hip Hura yang dipopulerkan mendiang Chrisye. Anak-anak milenial itu tidak tahu. ’’Tapi, setelah nonton kami tampil, mereka ngulik lagunya di YouTube. Jadi, lagu-lagu lawas makin dikenal,’’ papar Merdi.

Diskoria juga mendapat apresiasi dari musisi senior. Salah satunya Fariz R.M. Pelantun Barcelona itu senang karena lagu-lagu di eranya bisa dikenal generasi muda. Diskoria dan Fariz bahkan pernah melakukan tur kolaborasi ke beberapa kota di Indonesia pada 2017–2018.

Eits, tak cuma di dalam negeri. Diskoria sudah melanglang buana ke empat negara untuk show. Yakni, Jepang, Korea Selatan, AS, dan Australia. Full mainin playlist lagu Indonesia. ’’Itu bule-bule sampai joget. Saya mikir, ’Gue kerjain lo, biasanya orang Indonesia yang joget pakai lagu bule’. Haha...,’’ seloroh Merdi.

 

Gaya Mereka...

 

Biasanya, Diskoria tampil sekitar 1 jam. Tanpa vokalis. Agar atmosfernya mengasyikkan, mereka memilih lagu upbeat. Persis seperti yang diputar kelab-kelab malam pada era 70-an.

Belakangan, Diskoria memasukkan lagu-lagu pop era 90-an dan awal 2000-an. Misalnya, lagu band Potret dan Naif. ’’Lagu-lagu mereka termasuk yang high request dari penonton, terlebih anak sekolah,’’ ucap Aat.

Karena mereka konsisten membawakan lagu ceria yang joget-able, ada anggapan bahwa siapa pun yang melihat Diskoria akan ikut bersukaria. Lupa masalah hidup dan cinta. ’’Cinta ditolak, disko bertindak. Hehe...’’ kata Aat.

 

Karya Mereka..

 

Lima tahun berkarir, Diskoria tak ingin sekadar mengenalkan lagu yang sudah ada. ’’Kami juga mau berkarya. Membuat lagu baru sesuai genre yang jadi fokus kami,’’ jelas Merdi.

Lahirlah dua single orisinal dua DJ itu, Balada Insan Muda (2019) dan Serenata Jiwa Lara (2020). Keduanya diciptakan trio produser musik Laleilmanino, yang merupakan sahabat duo tersebut sejak lima tahun lalu. Dalam dua lagu itu, Merdi dan Aat ikut bermain musik.

Mendengar dua single asli Diskoria, pendengar seolah diajak bernostalgia. Ada lirik dengan kata-kata populer di era 70-an dan 80-an plus iringan musik yang berpadu dengan synthesizer analog.

Terbaru, di Serenata Jiwa Lara, mereka mengajak aktris Dian Sastrowardoyo sebagai vokalis. ’’Dian itu pas SMA nyanyi, lho. Saya pernah lihat dia nyanyi pas acara pensi. Kebetulan Nino kenal dekat sama Dian. Syukurlah, Dian antusias pas diajak kolaborasi,’’ ungkap Merdi.

 

Rencana Mereka..

 

Tujuan Diskoria untuk mengenalkan tren musik lawas sudah cukup berhasil. Single orisinal pun sudah diproduksi. Yang dibutuhkan kini adalah konsistensi berkarya.

Aat mengatakan, dirinya dan Merdi ingin lebih banyak merilis single. Dalam waktu dekat, Aat dan Merdi punya proyek baru sembari menyiapkan single selanjutnya dan promosi Serenata Jiwa Lara. ’’Kami juga mau cover lagu lama dengan gaya Diskoria. Menggandeng teman-teman kami yang potensial,’’ imbuh Merdi. (len/c18/jan)

 

 

 

Playlist buat Goyang di Rumah

Selama masa pandemi dan self-quarantine, Diskoria punya rekomendasi lagu buat Anda. Bisa didengarkan saat WFH, bersantai, atau bikin suasana party di rumah.

 

Merdi’s Choice

1. Pesta – Elfa’s Singers

2. Betapa – Margie Segers

3. Kekagumanku – Candra Darusman

4. Gairah Hasrat – Parlemen Pop

5. La Laruik Sanjo versi aransemen Yopie Item

 

Aat’s Choice

1. Nanar – The Monophones (cover dari Naif)

2. Sayang – Chrisye feat Hetty Koes Endang

3. Sudah – Ahmad Band

4. Rindu – Groove Bandit

5. Kehidupanku – Chrisye

Editor : izak-Indra Zakaria
#musik #selebriti