Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Persia, Kucing Murni Ratusan Juta, Juara Asia Ada di Samarinda

izak-Indra Zakaria • 2020-08-22 11:32:18
SE-ASIA: Fokus cattery sejak 2018, kucing milik Fajar Afdhol Akmal pernah meraih juara se-Asia pada kategori exotic short hair. Hingga gelar tertinggi supreme winner.
SE-ASIA: Fokus cattery sejak 2018, kucing milik Fajar Afdhol Akmal pernah meraih juara se-Asia pada kategori exotic short hair. Hingga gelar tertinggi supreme winner.

Demi hobi, apa saja pasti dipenuhi. Termasuk hobi memelihara hewan. Bagi mereka yang sudah “cinta”, biaya mahal bukan soal. Termasuk merawat hewan yang masih belum lazim dipelihara. Menyulap buas jadi kalem, hingga jadi rupiah dan bukan main harganya.

 

DALAM dunia kucing, Samarinda punya marwah. Periode 2018–2019, dalam ajang internasional di Singapura, Hidetoshi Nakata menduduki peringkat satu se-Asia. Dengan kategori exotic short hair. Merupakan kucing milik Fajar Afdhol Akmal, warga Jalan Juanda Samarinda.

Tak hanya itu, Nakata mengalahkan kucing-kucing ras terbaik se-Indonesia dan menduduki peringkat tiga. “Menang division winner, divisi Indonesia. Jadi, dari semua kucing ras yang ada di Indonesia, bersanding dengan mainecoon, bengal, american short hair, dan kucing ras lainnya,” jelas Fajar ditemui tengah pekan lalu.

Dari situ, Jagoanku Cattery semakin naik daun. Usaha breeder yang dimilikinya jadi perbincangan. Dikira cattery dari luar Indonesia, atau minimal asal Jawa-Bali. Merupakan daerah yang terkenal dengan cattery terbaik di Indonesia. “Eh orang Samarinda,” ujarnya lalu terkekeh.

Dia mengakui semua berawal dari hobi. Awal perjumpaannya dengan kucing pada 2005, setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII), dia mengadopsi kucing ras pertama kali, sepasang. Persia yang berhasil menarik hatinya.

Menghitung tahun, kucingnya terus melahirkan. Hingga pada 2011, dia melepas hewan-hewannya. “Mungkin puluhan kucing. Saya habisin (lepas adopsi). Fokus mengurus anak, semua kegiatan juga enggak lagi ikut,” ungkapnya.

Berselang tiga tahun, keluarga mereka pindah ke daerah yang sekarang didiami, Jalan Juanda Samarinda. “Ada kucing tetangga, medium begitu. Dikurung di dalam rumah, eh dikasih makan, dikasih minum sama anak. Ternyata suka mereka, adopsi lah saya. Persia exotic short hair, Dewa namanya. Sekarang umurnya 8 tahun,” kata Fajar.

Merasa kasihan tak ada teman, selang dua minggu Fajar adopsi lagi betina jenis sama namun long hair. Kawinlah dua kucing tersebut, lahir Haruka yang mengikuti bulu ibunya dan Nakata. Merupakan anakan pertama dari hasil kawin pertama. Umur lima bulan, Nakata langsung dapat best of the best di Balikpapan.

Penilaiannya kompleks. Mulai anatomi, motif atau pola warna, karakter, hingga penampilan. Nakata mampu mengungguli itu semua. Hingga satu waktu, seorang kawan memberi tahu bahwa Dewa merupakan ras dengan line cattery persia terbaik di dunia. Yakni keturunan sweet luck dengan ciri khas mata bulat besar dan terang.

Di dunia, terkenal cattery persia yang punya ciri khas masing-masing. Persia juga merupakan ras tertua di dunia. Dan diyakini jika Dewa masih satu keturunan murni. Tak salah juga hingga anakannya mampu menembus prestasi internasional.

“Wah setelah saya cari tahu ternyata punya potensi. Awal ikut kontes juga masih ragu, belum pede. Termasuk berani ikut kontes sampai ke Jawa, tapi alhamdulillah. Nama Jagoanku Cattery pun terangkat,” paparnya.

Fajar sering mengikutsertakan kucingnya show atau kontes. Dari Balikpapan ke Malang, Surabaya hingga Medan, Malaysia dan Singapura pun disinggahi. Puncak tertinggi, Nakata meraih gelar Supreme Champion. “Sampai orang sudah enggak berani nawar lagi. Ya akhirnya anakan Nakata itu yang ditunggu orang. Sekarang pensiun sudah Nakata, enggak bisa ikut kontes lagi,” sebutnya.

Diakui Fajar jika show atau kontes kucing tidak ada hadiah berupa materi atau uang. Hanya rosette (ragam hias seperti pita) dan piagam juga piala atau trofi. Ada pride atau kebanggaan dari owner khususnya cattery kucing tersebut. Imbasnya yakni harga adopsi kucing juara yang melambung.

Anakannya ditunggu karena secara kontes tentu memiliki gen bagus. Fajar pun fokus cattery sejak 2018. Tak hanya Nakata, beberapa kucing miliknya melenggang ke berbagai kontes. Terbukti jika gen atau line keturunan kucingnya memang istimewa.

“Saya sama sekali enggak ngerti saat adopsi Dewa, ya kebetulan rezekinya dapat yang bagus. Padahal, waktu itu adopsi hanya sekitar Rp 13 juta di Samarinda, sekarang yang sejenis sudah sampai Rp 40–65 juta,” ujarnya. Kalau adopsi dari mancanegara, harganya bisa mencapai ratusan juta.

Kini kandang khusus kucing dibangun dua lantai, persis di sebelah rumahnya. Menyatu dengan taman minimalis. Lantai dasar khusus indukan atau kucing dewasa. Lantai dua, ada ruangan grooming, anakan dan yang baru melahirkan.

Semua kucingnya pedigree atau bersertifikat. Menjelaskan jika punya garis keturunan murni, bukan persilangan. Ada aturan jelas untuk breeding (mengembangbiakkan). Dalam dua tahun hanya boleh tiga kali melahirkan. Di luar itu, Federation Internationale Feline (FIFe) dan Indonesia Cat Association (ICA) tak akan mengeluarkan sertifikat.

Program pola warna dan anatomi tubuh juga dia pelajari betul-betul. Dalam setahun, minimal belasan kucing lepas adopsi. Dari kandang khusus anakan, beberapa sudah diadopsi dan siap kirim. “Ini ke Jakarta, ini ke Bogor, ada yang di Samarinda saja,” jelas ayah tiga anak itu menunjuk beberapa anakan yang sudah siap adopsi.

Bicara biaya adopsi, Fajar menyebutnya variatif. Di cattery-nya, usia minimal lepas adopsi sekitar empat bulan ke atas. Intinya sudah lepas menyusui, bobot di atas satu kilogram (kg), sudah vaksin dan dalam keadaan sehat.

Disebutkan mulai Rp 10–35 juta untuk anakan. Tak semua juga dia lepas untuk adopsi. Pada beberapa kucing, dia simpan untuk dibesarkan sebagai indukan. Umumnya kucing yang menurutnya punya gen bagus, pola menarik dan anatomi baik. Sehingga nantinya menghasilkan anakan terbaik pula. (rdm/ndu/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#hobi