TAHUN ini adalah momen kebangkitan untuk pariwisata termasuk perhotelan. Ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat keterisian hotel. Termasuk berbagai penyelenggaraan event atau kegiatan yang mulai kelihatan.
General Manager Swiss-Belhotel Borneo Samarinda (SBSS) Wied Paramartha menyebut jika dia setuju menganggap bahwa 2022 adalah tahun kebangkitan perhotelan. “Pemerintah sebagai pemangku kebijakan telah melonggarkan aturan protokol kesehatan (prokes). Sehingga market mulai bergerak dan mulainya penyelenggaraan kegiatan di hotel-hotel,” bebernya.
Dia mengatakan jika business achievement semester 1 2022 lebih baik dari semester 1 tahun lalu. “Tahun 2021 achievement 30 persen dan 45 persen achievement di semester 1 tahun 2022,” papar Wied.
Lebih lanjut disebutkan jika penyelenggaraan kegiatan baik meeting pemerintah hingga perusahaan sudah mulai banyak dan meningkat. Walau dikatakan jika trennya masih masuk kategori last minute.
Begitu juga dengan market untuk social event seperti pernikahan, ulang tahun hingga perpisahan sekolah. Diakuinya jika mulai bergerak cepat di setiap hotel. Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa mendapatkan wedding event 30 kali. Meski disebutkan baru terselenggara 10. Namun Wied tetap optimis dan semangat.
Sebagai tahun yang baik di bidang ekonomi, Wied mengatakan jika dia tetap mencoba konsisten menjaga pelayanan. Khususnya kepada para seluruh tamu. Selain itu, beberapa renovasi juga dilakukan.
Seperti di area gym, kemudian juga perluasan restoran dengan penambahan kapasitas untuk di area kolam renang. “Dan kami akan merenovasi beberapa ruang meeting untuk upgrade ruangan dan fasilitasnya,” ujarnya.
“Market di Samarinda baru mulai ada pergerakan dan customer yang ada masih didominasi oleh customer yang berorientasi pada harga atau price oriented. Bukannya quality oriented. Jadi kami terapkan strategi lebih hati-hati dan selalu memberikan harga yang acceptable by market. Tidak mahal, tidak murah apalagi murahan,” lanjut Wied.
Seiring dengan bertumbuhnya ekonomi masyarakat, bisnis kembali berjalan sebagaimana mestinya. Menjadi tolok ukur yang baik. Revenue tidak lagi dari tingkat keterisian kamar. Namun juga berbagai event atau kegiatan yang digelar di hotel. Termasuk olahan makanan dan minuman yang ikut terdongkrak.
Raden Roro Mira
@rdnrrmr
Editor : izak-Indra Zakaria