Karakter Fedi Nuril jadi Kejutan

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Rabu, 8 Juni 2022 | 13:30 WIB
Photo
Photo

 Dibintangi sederet artis ternama, film Satria Dewa: Gatotkaca akan rilis besok (8/6). Rizky Nazar didapuk sebagai pemain utama memerankan tokoh Gatotkaca. Aktor berusia 26 tahun tersebut menyatakan bahwa tidak mudah berakting menjadi superhero nusantara legendaris itu.

Salah satu kesulitannya adalah melakoni adegan baku hantam. Rizky harus meluangkan waktu khusus untuk bisa terlihat natural saat bertengkar dengan para musuhnya dari gen kurawa. "Aku latihan lumayan panjang, dua bulan lebih. Seharinya tuh bisa 5-6 jam," ungkapnya saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, kemarin (6/6).

Terlebih proses workshop dilakukan di masa awal pandemi Covid-19. Menyebabkan hampir seluruh proses produksi dilakukan secara online. Proses reading misalnya, sehingga menyulitkan Rizky dan para cast lain membangun chemistry satu sama lain.

Kekasih Syifa Hadju tersebut diwajibkan untuk tetap menggunakan masker saat berlatih. Hal ini jelas menambah beban yang mesti dijalani Rizky sebagai aktor. "Wah engap banget sih itu. Prosesnya cukup rumit, berat, dan panjang," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengaku sangat menikmati momen-momen itu. Apalagi, Rizky diajarkan langsung oleh lawan mainnya yang tak memang spesialis film action. Yakni Yayan Ruhyan dan Cecep Arif Rahman.

Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu keberuntungan yang didapatnya selama menjalani proses latihan yang berat. Juga kebanggaan tersendiri bisa berakting dengan kedua aktor tersebut. Selain karena kesabaran Yayan dan Cecep mendidiknya saat latihan, juga dikarenakan sosok mereka yang kiprahnya sudah mendunia.

"Luar biasa senang banget. Jadi pengalaman nggak terlupain bisa fighting dan satu scene bareng mereka, the best actor laga Indonesia," tutur Rizky.

Di sisi lain, di akhir penayangannya, Satria Dewa: Gatotkaca juga akan menyajikan kejutan. Yakni terungkapnya sosok di balik karakter Aswatama yang belum pernah diumumkan. Tokoh dari gen kurawa tersebut dimainkan oleh Fedi Nuril.

Ayah dua anak tersebut punya imej baik di mata masyarakat Indonesia karena kerap mendapat karakter protagonis di setiap filmnya. Namun, tidak dalam film action perdananya ini. Fedi mengatakan menerima tawaran sutradara Hanung Bramantyo lantaran merasa tertantang mendapat perai sebagai Aswatama. "Kaget, tapi penasaran. Kepikiran Aswatama ini kan dari kurawa, dikenal antagonis. Tapi kan ada yin dan yang nya," ujar Fedi.

Lewat karakternya tersebut, penonton akan dibuat berpikir mengenai posisi Aswatama dalam Satria Dewa: Gatotkaca. Apakah jahat atau baik. "Nah, ini juga jadi pengalaman baru dan menambah keahlian saya dalam berakting. Bisa ngasih sesuatu yang berbeda buat penonton," kata Fedi.

Selain dapat mengubah imejnya, dia juga menyebut, memakai kostum Aswatama juga tidak mudah. Fedi harus menahan beban wig rambut berat saat berakting. "Perjuangan banget melayang pakai sling dengan beban wig yang beratnya tujuh kilogram. Nggak enak banget, sakit," papar aktor berusia 39 tahun tersebut.

Satria Dewa: Gatotkaca yang akan mulai tayang pada Rabu (8/6) itu mengisahkan tentang keturunan pandawa dan kurawa. Perang Mahabharata yang pernah terjadi jutaan tahun silam dan dimenangkan oleh pandawa itu terulang di era modern. Yuda (Rizky Nazar), sebagai keturunan Gatotkaca harus memegang tanggung jawab melindungi para keturunan pandawa dari serangan kurawa.

Dalam menjalani aksinya, dia dibantu oleh kaum pandawa lainnya. Yakni Agni (Yasmin Napper), Danan (Omar Daniel), dan Gege (Ali Fikry). Juga salah satu keturunan korawa yang berada di pihaknya yakni, Bu Mripat (Yati Surachman). (shf/ayi)

Editor : izak-Indra Zakaria