Skrining atau deteksi dini kesehatan secara dasar penting untuk mencegah penyakit tak menular di usia produktif. Salah satunya adalah penyakit diabetes tipe 2 yang kini semakin bergeser ke usia muda dan tak disadari oleh pengidapnya karena tak pernah cek kesehatan.
Cek kesehatan paling dasar yang semestinya rutin dilakukan adalah tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Sehingga seseorang bisa menahan atau membatasi asupan makan dan memulai gaya hidup sehat.
Penelitian di Amerika Serikat dan Kanada, mencatat banyak pria yang berusia 40-an tak sadar kena diabetes. Sehingga menempatkan mereka pada risiko penyakit jantung, kanker dan komplikasi lainnya, menurut penelitian kesehatan populasi baru yang diterbitkan di The Lancet Regional Health AS.
“Jika saja diketahui lebih awal sebagai pra-diabetes, perubahan pola makan dan olahraga dapat mencegah perkembangan diabetes,” kata Kaul, yang juga co-direktur Pusat VIGOR Kanada dan Ketua Jantung & Stroke di Penelitian Kardiovaskular seperti dilansir dari News Medical and Life Sciences, Jumat (15/7).
Pedoman skrining diabetes Kanada merekomendasikan agar setiap orang yang berusia di atas 40 tahun melakukan skrining diabetes setidaknya sekali setiap tiga tahun. Berbagai tes dapat digunakan untuk memeriksa kadar gula darah.
Para peneliti menggunakan data dari sistem perawatan kesehatan masyarakat Alberta, untuk melacak tingkat skrining diabetes pada 1,4 juta pasien selama tiga tahun mulai April 2013. Mereka yang diskrining untuk diabetes kemudian ikut selama empat tahun tambahan untuk melihat berapa banyak yang didiagnosis menderita diabetes, baik diabetes atau pra-diabetes.
Orang yang sudah menderita diabetes atau penyakit jantung dikeluarkan karena protokol skrining berbeda untuk mereka. Perbedaan jenis kelamin paling mencolok pada rentang usia 40-45 sebanyak 58 persen laki-laki.
Secara keseluruhan, ada 79,8 persen perempuan dan 69,9 persen laki-laki diskrining. Penelitian juga melihat situasi perkotaan dan pedesaan dan di antara kelompok sosial ekonomi yang berbeda.
Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Di antara mereka yang diskrining, 15,7 persen laki-laki ditemukan memiliki pra-diabetes dan 2,6 persen menderita diabetes, sedangkan angkanya masing-masing 13,4 persen dan 1,5 persen di antara perempuan.
Skrining diabetes di Alberta biasanya dimulai oleh dokter keluarga dengan permintaan laboratorium. Dan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa perempuan lebih cenderung sadar diri melakukan pemeriksaan fisik tahunan. Karena itu masyarakat disarankan untuk rutin mengecek kesehatan dasar mereka salah satunya kadar gula darah. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria