KLAIM pandemi adalah bohong dan tenaga kesehatan penyebar kebohongan masih saja diumbar di media sosial. Belakangan beredar foto beberapa orang berpakaian hazmat yang disertai keterangan sejumlah aspek berkaitan dengan pandemi sebagai halusinasi.
”Pembuat hoax terbaik adalah mereka karena memiliki seluruh alat-alat untuk berbohong, RS, klinik, alat halu, cairan halu, anggaran, data halu, buzzer, media semua dikuasai itu Faktanya dan Pandemi bikin mereka bloon potensial mereka bisa lakukan itu. nih buktinya," tulis akun Twitter @_Banyoe.
Keterangan kiriman yang diunggah pada 26 Juli itu jelas menyebut ala-alat untuk berbohong meliputi rumah sakit (RS), klinik, alat halu, cairan halu, dan data halu. Halu biasanya merujuk pada kata halusinasi (bit.ly/KebohonganNakes).
Kata-kata dalam kiriman tersebut bisa jadi merupakan kritik atau keluh kesah. Tapi, apakah menyebut sejumlah aspek dalam pandemi sebagai halu dapat dibuktikan dengan data-data tepercaya?
Berdasar penelusuran situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), infeksiemerging.kemkes.go.id, telah tersaji data-data perkembangan terbaru pandemi Covid-19 di Indonesia. Selain itu, laman Google juga menginformasikan data pertambahan kasus aktif cukup signifikan. Per tanggal 27 Juli 2022, kasus aktif mencapai 6.438 orang dengan rata-rata kasus per hari mencapai 5.175 orang.
Situs resmi covid19.go.id tentang peta risiko memperlihatkan keseluruhan provinsi masuk pada risiko rendah dengan persentase 74,71 persen. Anda dapat melihatnya di bit.ly/PetaResiko. Data-data tersebut tentu saja bisa membantah klaim data halu yang disebut pembuat tulisan di Twitter itu.
Terkait dengan perkembangan Covid-19, pemerintah juga menyelenggarakan vaksinasi booster untuk kali kedua untuk memperkuat kekebalan komunal. Menurut Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, pemberian itu disebabkan adanya peningkatan kasus Covid-19. ”Iya nakes (sebagai yang pertama, Red),” katanya.
Serta keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19. Selengkapnya, Anda dapat membaca ulasan jawapos.com di bit.ly/BoosterKe2.
Sedangkan foto yang disertakan pada tulisan itu terkait dengan kasus rapid rest palsu di Bandara Kualanamu, Medan. Tapi, kasus tersebut tentu tak dapat digeneralisasi bahwa pandemi Covid-19 merupakan kebohongan.
Lima orang berinisial RN, AD, AT, EK, dan EI telah ditangkap dalam kasus itu. Mereka diamankan karena diduga telah menyalahi aturan proses rapid test antigen, yakni dengan menggunakan alat steril swab stuck bekas pada 27 April 2021. Anda dapat membaca ulasan jawapos.com di bit.ly/AntigenPalsu2021. (zam/c9/jun)
FAKTA
Data menunjukkan, kasus Covid-19 di Indonesia mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Kasus aktif per harinya rata-rata mencapai 5 ribu kasus.
Editor : izak-Indra Zakaria