Menjadi seorang ibu, Irina Rahmadiyanti Lestari punya segudang kesibukan di luar rumah. Namun, warga Banjarbaru ini tetap memprioritaskan anak.
Wanita 33 tahun ini punya prinsip, sebagai apapun, sehebat apapun, prioritas tetap harus anak. “Dengan prinsip ini, aktivitas yang paling saya utamakan saat ini tentu masih tetap anak,” katanya kepada Radar Banjarmasin, (9/9).
Irina sekarang menjalankan profesi utama sebagai notaris PPAT di Kabupaten Banjar. Ia juga sedang mencoba peruntungan sebagai pengusaha dengan membuka kafe “Cinnamon Coffee n Eatery”.
Ia mengaku sangat intens ke kafenya yang baru buka sekitar satu bulan tersebut. “Baru buka, jadi perlu perhatian ekstra turun langsung menemui pelanggan. Menanyakan kekurangan yang harus kami perbaiki,” ujar ibu satu anak ini.
Bagaimana pandangannya dengan Kalsel saat ini? Menurutnya, ada banyak yang harus menjadi perhatian. Mengingat sekarang masa new normal, dan perdagangan mulai menggeliat. “Maka yang perlu didukung adalah munculnya pengusaha-pengusaha baru, dan harus taat pajak demi mendukung meningkatnya PAD,” ucapnya.
Irina juga menyarankan ada tempat wisata baru di Kalsel. Jangan sampai untuk berwisata warga Banua harus selalu ke luar daerah. “Toh banyak investor daerah kita yang sangat mapan dan royal. Hal tersebut juga bisa menjadi pemasukan yang besar daerah,” sarannya.
Selain wisata, pemerintah juga harus memperhatikan aset SDM di masa mendatang melalui pendidikan karakter. “Hal tersebut harus dicontohkan oleh pemimpin kita. Juga mulai diajarkan dari pihak sekolah level terendah,” paparnya.
Perlu diingat, pendidikan bukan saja menjadi kewajiban pendidik. Melainkan tanggung jawab keluarga juga. “Contoh pendidikan karakter adalah dalam hal keamananan berkendara.
Entah perasaan saya saja atau bukan, berkendara di Banjarmasin agak mengerikan dibandingkan di daerah lain di Kalsel,” bandingnya.(ris/gr/dye)