Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Iwan Fals Ciptakan Lagu Menyayat Hati

izak-Indra Zakaria • Senin, 10 Oktober 2022 | 09:24 WIB
Iwan Fals
Iwan Fals

INSIDEN dalam pertandingan sepak bola yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) menelan ratusan korban jiwa.

Insiden terbesar dalam sejarah sepak bola di Indonesia itu mengilhami musisi senior Iwan Fals untuk menciptakan lagu berjudul Kanjuruhan. Proses pembuatan lagunya berlangsung singkat. Terbukti belum sepekan dari tragedi mematikan itu terjadi, Iwan Fals sudah merampungkan pembuatan lagunya dan pada Rabu (5/10) secara resmi dirilis di kanal YouTube-nya.

Sejak di-publish, lagu yang menyayat hati tersebut sudah ditonton lebih 133 ribu kali. Aransemen musiknya dibuat minimalis. Lagunya memiliki lirik menyentuh, didedikasikan untuk ratusan orang yang meninggal dunia terinjak-injak dan kehabisan napas setelah petugas mengeluarkan gas air mata di stadion.

Kolom komentar unggahan lagu Kanjuruhan di kanal YouTube tersebut kemudian dibanjiri lebih dari ribuan komentar dari netizen dalam sekejap. Banyak dari mereka mendoakan mereka yang telah meninggal dan berdoa supaya tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. “Doa terbaik untuk para suporter Aremania dan Aremanita yang gugur di Kanjuruhan. Semoga tenang di alam sana,” komentar salah satu netizen. “Saya berharap lagu ini dijadikan anthem sebelum kick-off Liga 1, sebagai pengingat para suporter agar tidak terjadi lagi tragedi Kanjuruhan. Pray for Kanjuruhan,” tulis warganet lainnya. Berikut lirik Kanjuruhan ciptaan Iwan Fals.

 

Kanjuruhan banyak ajarkan

Tentang kebersamaan, tentang kepedulian

Bunga-bunga yang bermekaran

Disirami air mata dan doa-doa

Pergi-pergilah kau dengan senang hati

Tak ada yg pernah siap melepasmu

Salam satu jiwa untuk prestasi

Salam penuh cinta untuk dunia

 

Kanjuruhan banyak ajarkan

Tentang kebodohan tentang kemunafikkan

Awan gelap kegembiraan

Semoga segera menyingkir, dari langitku

 

Pergi-pergilah kau dengan senang hati

Tinggallah kami entahlah, bagaimana nanti

Salam satu jiwa untuk Sang Sepi

Semoga semua ini tak terulang lagi

 

Aum Singo Edan

Rindu kasih sayang, rindu serindu-rindunya

 

Malang nian ratusan jiwa melayang

Terinjak-injak kaki saudaranya sendiri

Malang nian gas air mata melayang

Nafas tersedak sesak di ruang terkunci

 

Malang nian engkau duhai sayang

Tapi kuyakin “Tuhan tunjukan jalan”

Malang nian engkau wahai sayang

Tapi kuyakin jalanmu kan terang benderang

 

(jpc/dra/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria