Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nikmati Healing di Batu Dinding

izak-Indra Zakaria • Senin, 25 September 2023 - 16:45 WIB
Photo
Photo

Pegunungan atau perbukitan kerap jadi tempat yang tepat untuk melepaskan penat.Meski memang, untuk mencapai puncaknya terkadang butuh tenaga ekstra.

 

KALIMANTAN tidak memiliki gunung sebanyak di Jawa. Meski demikian, beberapa perbukitannya sudah cukup mengobati hasrat menjajal kemampuan menjangkau dataran tinggi. Di Kaltim, ada Batu Dinding. Tebing yang menjulang di Desa Bukit Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara. Tepatnya di Kilometer 45, jalan poros Balikpapan-Samarinda.

Wisata alam ini cukup sering disambangi masyarakat Kaltim. Khususnya mereka yang gemar mendaki. Setidaknya pernah sekali mengunjungi Batu Dinding, bahkan hingga camping di sana. Nah, beberapa waktu lalu, Fuad Muhammad sempat mengabadikan suasana pagi buta di sana.

Menuju lokasi ini, ia harus berkendara dengan mobil sekitar satu jam dari kawasan kota. Tiba di depan pintu masuk bertuliskan Wisata Batu Dinding, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar satu jam. Dengan jarak tempuh 5 kilometer melewati jalan setapak yang berbatu, menuju titik lokasi Batu Dinding.

Perjalanan itu sempat menyedotnya dalam memori nostalgia. Pada 2016 silam, ia pernah menjajal perjalanan yang sama. Bedanya, saat itu belum ada jalan setapak seperti sekarang. Ketika tujuh tahun lalu ke wisata ini, jalan yang dilalui terbilang cukup sulit. Bukan hanya berbatu, akan sangat berlumpur jika setelah hujan.

“Kalau naik motor mungkin lebih enak, karena bisa masuk ke dalam sedikit. Jadi, lebih dekat dengan track pendakiannya,” ujarnya. Setelah itu, barulah menaiki batu-batu tinggi, untuk sampai puncaknya. Di kawasan ini terbilang cukup curam dan licin, sehingga pengunjung mesti berhati-hati.

Di bukit berbatuan ini, paling cocok dinikmati saat melihat pemandangan matahari terbit. Karena itu, ia dan rombongan bertolak dari kota pada pukul 04.00 Wita, agar mendapatkan momen tersebut.

Tak sampai di situ. Pemandangan pagi ini, akan lebih sempurna jika ditutupi kabut-kabut. “Ini enggak sering, jadi kalau rezeki bisa dapat kabut. Jadi, kayak berada di atas awan gitu,” tambahnya.

Bukan hanya pemandangannya, udara di sekitar wisata ini juga sangat memanjakan pengunjung. Dikelilingi oleh hutan, tak heran jika berada di tempat ini bisa menghirup udara lebih segar dan sejuk, dibanding ketika di perkotaan.

Beruntung bagi Fuad, suasana kemarin semakin lengkap dengan kehadiran burung enggang. Ya, salah satu satwa khas Kalimantan tersebut biasanya melewati area bukit. “Intinya tempat ini sangat cocok untuk healing tipis-tipis,” tutupnya. (ndy/k16)

OKTAVIA MEGARIA

oktaamegaa@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria
#jalan-jalan