Menanti “Heartbreak Motel” dengan Pengemasan Berbeda

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 11 Desember 2023 | 09:39 WIB
FORMAT BERBEDA: Dari kiri, sutradara Angga Dwimas Sasongko, Chicco Jerikho, Laura Basuki, penulis novel Ika Natassa, Reza Rahadian, dan penulis naskah Alim Sudio saat jumpa media beberapa waktu lalu.
FORMAT BERBEDA: Dari kiri, sutradara Angga Dwimas Sasongko, Chicco Jerikho, Laura Basuki, penulis novel Ika Natassa, Reza Rahadian, dan penulis naskah Alim Sudio saat jumpa media beberapa waktu lalu.

Visinema, salah satu rumah produksi film bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko mengangkat sebuah karya apik dari novel best seller karya Ika Natassa, Heartbreak Motel.

 

MENGANGKAT ke layar lebar dengan menghadirkan para aktor seni peran terbaik Tanah Air, mulai Reza Rahadian, Laura Basuki, hingga Chicco Jerikho.

"Saya sudah menjadi sutradara selama 20 tahun. Buat saya, film ini (Heartbreak Motel) kelas berat. Punya kesempatan untuk bekerja dengan aktor-aktor terbaik Indonesia yang sudah menunjukkan kapasitas dan punya pengakuan berskala internasional. Tentunya saya bangga bisa memperkenalkan para pemeran utama di film tersebut,” ungkap Angga saat bersua awak media perihal proyek Heartbreak Motel beberapa waktu lalu.

Melansir dari Antara, menurut Angga, pemilihan para pemeran dalam film Heartbreak Motel butuh kehati-hatian. Sesuai dengan tingkat kompleksitas dan karakterisasi novel Ika Natassa. Salah satu karakter, bahkan ada yang berkembang memiliki beberapa dunia, dan untuk kali pertama format seperti itu ditulis Ika. Secara visual, itu sangat menantang untuk diangkat ke dunia layar lebar. Hal pertama dilakukan adalah menemukan pemain-pemain yang pas. Melihat bagaimana karakter yang punya kompleksitas dan kedalaman luar biasa, film itu tidak bisa diperankan sembarangan aktor.

Penulis novel Heartbreak Motel Ika Natassa mengapresiasi kolaborasi dengan Visinema. Dia menyebut, karya yang diluncurkan April 2022 lalu tergolong berbeda dengan karya-karya sebelumnya. Secara pendekatan kreatif, penyampaian cerita, dan karakterisasi.

Diungkapkan Ika, Heartbreak Motel harus berada di tangan orang yang berpandangan visioner, sehingga mampu dengan beragam pendekatan baru. "Itu akan menjadi film yang tidak seperti adaptasi-adaptasi sebelumnya. Aku menemukan hal itu dari Angga karena pendekatan dia sangat progresif, namun, sangat pas dengan cerita. Sebagai penulis, saya sangat senang karena mendapatkan sesuatu yang segar dan baru," sambungnya.

Ika juga mengagumi cara Angga Dwimas Sasongko dalam men-direct sebuah project film. Menurut dia, film-film dengan sentuhan tangan Angga selalu berbeda dan mempunyai nilai.

"Sudah lama ingin kerja bareng, dan alhamdulillah ‘jodoh’-nya di film ini. Waktu baca naskah yang dikerjakan kami tahu enggak sembarangan. Naskah yang paling brilian pernah aku baca, pendekatan berbeda, juga dengan proses adegan, serta karakterisasi yang enggak kebayang," jelasnya.

Perihal pemilihan pemeran utama, Ika meyakini tiga aktor yakni Reza Rahadian (sebagai Reza Malik), Laura Basuki (sebagai Ava Alessandra), dan Chicco Jerikho (sebagai Raga), adalah pilihan sempurna untuk Heartbreak Motel. "Sosok Raga adalah sweetheart yang punya sesuatu hal, itu ada di Chicco. Alhamdulillah dia bersedia dan jadwalnya cocok. Lalu karakter Ava, seorang bintang film Indonesia dengan pesona tersendiri. Ada berapa aktris Indonesia seperti itu di sini, mungkin banyak. Kami undang Laura Basuki untuk screen test, dan hasilnya seperti hasil syuting sungguhan, cara dia eksekusi adegan dari biasa, ekstrem, dan luar biasa," beber Ika.

Sementara Reza Rahadian, sambung Ika, sosok yang tepat memerankan karakter Reza Malik yang digambarkan memiliki kepribadian berbeda-beda. "Buat aku, nama pertama yang muncul adalah Reza Rahadian. Aku hubungi saat dia berada di Busan untuk gabung, dan dia meminta dikirimi naskah. Ketika kami reading dan mempertemukan mereka bertiga, aku begitu yakin, insyaallah memberikan warna baru dalam romansa Indonesia dengan cara yang berbeda," tegasnya.

Proses produksi film "Heartbreak Motel" mulai dilakukan Januari 2024. Film itu akan menerapkan metode produksi yang unik. Sebab, memadukan tige format film berbeda, yaitu diostal, film seluloid 16 milimeter, dan film seluloid 35 milimeter. (dra/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria