Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Wawan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:08 WIB
Fairuz A Rafiq dan Anggy Umbara hadir di XXI e-Walk Balikpapan.
Fairuz A Rafiq dan Anggy Umbara hadir di XXI e-Walk Balikpapan.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN — Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton memenuhi teater XXI e-Walk Balikpapan SuperBlock. Hadir sutradara film Anggy Umbara dan salah satu pemain sekaligus aktris Fairuz A Rafiq menyapa penonton.

Fairuz A Rafiq ramah melayani ajakan foto bersama penggemar.
Fairuz A Rafiq ramah melayani ajakan foto bersama penggemar.

 

Dengan judul yang terdengar kontroversial, Anggy Umbara mengatakan bahwa film ini disebut tidak memihak kepada salah satu pihak dalam konflik rumah tangga, melainkan menghadirkan banyak pelajaran tentang hubungan keluarga.

Ia mengatakan, cerita yang diangkat justru sarat pesan moral dan menggambarkan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. “Dari judulnya memang terdengar seram, tapi sebenarnya isi ceritanya tidak memihak siapa pun. Banyak hal baik yang bisa diambil dan penonton pulang membawa pelajaran,” ujarnya saat sesi wawancara di Balikpapan.

Fairuz A Rafiq yang hadir disambut para penggemarnya. Istri dari Sony Septian ini menjadi obyek antrean untuk penggemar berfoto bersama. Ia dengan ramah dan humble menyapa dan melayani ajakan foto bareng tersebut. 

Ditanya mengenai film ini, Fairuz A Rafiq mengatakan ia berperan sebagai Sisi, sahabat sekaligus support system Intan si pemeran utama wanita dalam film tersebut. 

Ia mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali terjun ke dunia hiburan setelah cukup lama vakum dari industri akting. Ia mengaku harus melakukan berbagai penyesuaian, termasuk mendalami karakter dan memahami keseluruhan cerita film. “Pastinya ada penyesuaian dan research juga untuk membangunkan lagi passion di dunia acting. Mas Anggi banyak mengajarkan soal karakter dan cerita. Saya harus memahami keseluruhan skenario, bukan hanya scene saya sendiri,” katanya.

Ia menilai keterlibatannya dalam proyek film tersebut menjadi pengalaman menyenangkan karena didukung sutradara, penulis, dan para pemain yang dinilai memiliki kualitas kuat.
“Happy banget bisa balik lewat film yang bagus, sutradara bagus, penulis bagus, pemainnya juga bagus,” tambahnya.

Anggy Umbara kemudian menambahkan, Balikpapan sendiri dipilih sebagai salah satu kota promosi karena antusiasme masyarakat yang tinggi. Bahkan saat sesi diskusi bersama penonton, banyak warga yang ingin berbagi cerita pribadi terkait pengalaman rumah tangga yang dianggap mirip dengan isi film.“Tadi sampai satu studio ingin curhat semua, waktunya bahkan tidak cukup,” ujar Anggy, lantas tertawa.

Setelah rangkaian promosi di Balikpapan, tim film dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke sejumlah kota lain seperti Solo dan Semarang untuk menyapa penonton dan mendengar respons masyarakat secara langsung.

Film ini dinilai menjadi media pembelajaran tentang pentingnya kesabaran, komunikasi, dan saling memahami dalam hubungan rumah tangga. Salah satu pemain bahkan mengaku suaminya ikut terbawa emosi setelah menonton film tersebut. “Pas suami saya nonton, emosinya benar-benar terasa. Film ini memang mengajarkan bahwa dalam rumah tangga harus banyak sabar,” tutupnya.

Editor : Wawan
#balikpapan #film