PROKAL.CO- Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Seniman sekaligus aktor komedi senior Indonesia, Diding Boneng, menghembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun, Senin (3/8). Kabar duka ini merebak cepat dan dikonfirmasi melalui pengumuman resmi institusi tempat almarhum mendedikasikan ilmu aktingnya serta pesan berantai di kalangan rekan sejawat.
Selama puluhan tahun melangkah di panggung seni peran, Diding Boneng bukan sekadar pelengkap cerita. Pemilik nama asli yang begitu melekat di hati pemirsa ini dikenal lihai menghidupkan gelak tawa hanya lewat olah gestur, mimik wajah yang khas, serta timing komedi yang hampir tak pernah meleset.
Jejak emasnya paling membekas saat ia beradu peran dalam deretan film legendaris bersama Warkop DKI di era 1980-an hingga 1990-an. Meski kerap didapuk sebagai pemeran pendukung, karakter yang dihidupkannya selalu berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari peran hansip, satpam super tegas, preman jalanan, hingga maling yang apes.
"Saya hanya ingin menghidupkan setiap karakter sebaik mungkin, dari mana pun latar belakangnya," menjadi prinsip yang selalu tercermin dari totalitas aktingnya di setiap judul film.
Salah satu aksi paling memorabel yang tak lekang oleh waktu terjadi dalam film Pencet Sana Pencet Sini (1994). Kala itu, Boneng tampil jenaka memerankan pasien rumah sakit jiwa yang kabur lalu menyamar sebagai polisi gadungan. Eksekusi peran tersebut sukses menjadikan karakternya sebagai salah satu ikon komedi paling berkesan sepanjang sejarah sinema Indonesia.
Fleksibilitas sang aktor membuktikan bahwa dedikasinya di seni peran tidak terbatas pada satu genre. Menembus batas zaman, Boneng terus aktif menghiasi layar lebar hingga masa tuanya. Ia membuktikan taji aktingnya saat bertransformasi ke genre horor modern lewat peran Mbah Buyut dalam film box office KKN di Desa Penari (2022) serta Badarawuhi di Desa Penari (2024).
Hingga akhir hayatnya, kecintaan Diding Boneng pada seni peran tak pernah padam. Selain giat dalam seni teater, ia juga konsisten membagikan ilmunya dengan mengajar akting di berbagai kampus dan lembaga pendidikan. Selamat jalan Diding Boneng, karya dan gelak tawa yang kau wariskan akan terus abadi di ingatan pemirsa Indonesia.(*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co