Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

HPSN, Otorita IKN Kampanyekan Sekolahku Minim Sampah

Ari Arief • Kamis, 22 Februari 2024 - 19:50 WIB

foto: hpsn///

HPSN: Direktur LHPB OIKN Ones Patiung di depan murid-murid SD 006 Semoi, Sepaku mengkampanyekan Sekolahku Minim Sampah.  (ist)
HPSN: Direktur LHPB OIKN Ones Patiung di depan murid-murid SD 006 Semoi, Sepaku mengkampanyekan Sekolahku Minim Sampah.  (ist)
 

 

PENAJAM-Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) telah menjadi agenda tahunan yang diperingati setiap 21 Februari. Lantas, seperti apa perayaan HPSN 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU)? Dalam rangka memperingati HPSN 2024 ini, Otorita IKN (OIKN) melalui Direktorat Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) melakukan kegiatan roadshow ke beberapa sekolah di Kecamatan Sepaku guna mengkampanyekan ‘Sekolahku Minim Sampah’. Salah satunya, di SD 006 Semoi 2, Sepaku, PPU, Rabu (21/2).

Direktur LHPB OIKN Ones Patiung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi sejak dini kepada para murid tentang jenis sampah dan pilah sampah serta bagaimana menjaga lingkungan sekolah maupun di rumah agar tetap bersih dan bebas sampah.

“Membuang sampah pada tempatnya serta mendaur ulang sampah merupakan perbuatan baik dan positif yang harus dijadikan sebagai suatu kebiasaan sehari-hari agar dapat menjadi teladan bagi generasi di masa datang serta orang lain. Mari kita jadikan HPSN ini sebagai ajang untuk menyadarkan diri kita untuk tetap membuang sampah pada tempatnya,"  kata Direktur LHPB OIKN Ones Patiung.

Kepala SD 006 Semoi 2, Sepaku,  PPU Suyono kemarin mengatakan sangat senang dan bangga dengan adanya kegiatan seperti ini. Menurut dia, kegiatan ini kali pertama digelar OIKN  di sekolah-sekolah. “Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Ada pembinaan secara berkelanjutan dan secara intensif dari OIKN mendampingi kami memberikan edukasi kepada murid-murid dalam rangka mewujudkan sekolah minim sampah,” harap Suyono.

 Dia juga mengatakan bahwa beberapa tahun ini sekolah mereka sudah melaksanakan kegiatan pengurangan sampah plastik di sekolah. "Di kantin kami sudah tidak boleh menggunakan makanan berbungkus plastik," jelasnya.

Menanggapi ini, Direktur LHPB OIKN Ones Patiung juga menyampaikan bahwa interaksi murid-murid  SD 006 sangat luar biasa. Mereka dengan cepat memahami dan mengerti materi-materi yang disampaikan. Hal ini terbukti dengan kecakapan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan melalui kuis-kuis singkat. Dia berharap murid SD 006 bisa menjadi motor pengelolaan sampah dengan tagline sekolahku minim sampah yang akan diadopsi di IKN.

"Ke depan kami akan melakukan pembinaan dan pemantauan serta memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berhasil melakukan pengeloaan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah," kata Ones Patiung. (far)

 

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : Indra Zakaria