PENAJAM-Isu tentang bagi-bagi tanah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menghebohkan warga Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kabarnya, ketua RT di beberapa wilayah Sepaku meminta fotokopi KTP warga untuk keperluan pembagian tanah dari Otorita IKN. Menanggapi isu tersebut, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menegaskan bahwa informasi itu adalah hoaks. “Tidak ada bagi-bagi lahan. Itu hoaks,” kata Alimuddin kepada Kaltim Post, Rabu (27/3).
Sebelumnya, Andi Muhammad Hatta, tokoh pemuda Sepaku, mengatakan bahwa warga di Sepaku dikejutkan dengan permintaan fotokopi KTP oleh ketua RT masing-masing. Kabarnya, fotokopi tersebut akan digunakan untuk pembagian tanah dari Otorita IKN. “Ketua RT datang ke rumah warga dan meminta fotokopi KTP, katanya untuk pembagian tanah dari otorita,” ujar Andi.
Dia menambahkan, warga bertanya-tanya mengenai lahan mana yang akan dibagikan oleh otorita. Namun, ketua RT tidak memberikan informasi yang jelas. “Kabarnya pembagian lahan dilakukan oleh Menteri ATR dan akan disertifikatkan oleh pemerintah,” terangnya. Isu ini juga membuat Camat Sepaku, Arliandito Abimanyu, kaget. Ia mengaku tidak mengetahui kebenaran informasi tersebut. "Saya belum ada dapat info terkait itu. Kepala desa dan lurah juga belum ada yang info ke saya,” kata Arliandito. “Saya coba konfirmasi ke lurah dan kepala desa, tapi sepengetahuan saya sih belum ada wacana seperti itu,” tambahnya.
Sementara itu, Andi Muhammad Hatta, Rabu (27/3), mengatakan bahwa informasi yang disampaikannya ke media massa bukan hoaks. “RT-ku imam masjid, sudah tua orangnya, orangnya polos, tak pernah bohong. Apa yang didengar RT-ku, apa yang disampaikan ke warga enggak mungkin dia berani ngumpulin KTP kalau tidak ada perintah. Kalau masalah tanah yang dibagi-bagi harus ditindaklanjuti. Tidak terima saya rasanya dibilangin hoaks. Nyata-nyatanya RT-ku keliling kumpulin KTP,” kata Andi.
Dia juga menyesalkan pernyataan Camat Sepaku Arliandito Abimanyu yang disebutnya tidak mengetahui persoalan tersebut, terlebih bagaimana seorang ketua RT melaksanakan kegiatan tanpa ada perintah dari atasannya. “Jangan begitu. Jangan bilang hoaks-hoaks,” katanya. Camat Sepaku Arliandito Abimanyu, Rabu (27/3) menanggapi pernyataan warganya itu dengan mengatakan, secara fakta faktualnya memang tidak ada. “Saya konfirmasi ke lurah juga memang tidak ada wacana tersebut,” ujarnya.
Dalam berita, Rabu (27/3), Andi Muhammad Hatta mengatakan, warga bertanya-tanya mengenai lahan mana yang akan dibagikan oleh otorita. Namun, secara pribadi ia tidak mau berdebat dengan ketua RT dengan mempertanyakan lahan mana yang bakal dibagikan Otorita IKN kepada warga. Sejauh ini, ia mengetahui ada tiga kawasan di Sepaku yang didatangi RT untuk dimintai fotokopi KTP untuk pembagian lahan, yaitu Kelurahan Sepaku, Desa Bumi Harapan, dan Desa Pemaluan. “Kalau saya di Kelurahan Sepaku, dan yang mendatangi saya untuk dimintai fotokopi KTP dari ketua RT 02. Hal ini menimbulkan kehebohan di masyarakat,” jelasnya. Saat ditanya apakah dia memiliki nomor seluler ketua RT dimaksud untuk dilakukan konfirmasi oleh media ini, Andi Muhammad Hatta mengatakan, ketua RT tidak punya nomor seluler. (far/k16)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Indra Zakaria