Pembangunan jalan, gedung kementerian dan rusun di KIPP IKN dipotret Kaltim Post, Selasa (28/5) lalu, terus dikebut penyelesaiannya agar bisa digunakan pada 17 Agustus nanti, serta bisa ditempati ASN.
Prokal.co - Material konstruksi hijau akan diterapkan pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satunya dengan menggunakan produk semen hidraulis yang memiliki kadar klinker (campuran tanah liat, batu kapur, dan pasir) yang lebih rendah atau green cement.
Penggunaan green cement ini diklaim membuat emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah apabila dibandingkan dengan semen konvensional.
Pasokan material green cement ini akan dipenuhi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) setelah menandatangani kerja sama dengan Badan Usaha Otorita (BUO) PT Bina Karya (Persero).
“Kerja sama ini mewakili dua proyek besar. Yaitu IKN yang menjadi simbol komitmen negara menuju net zero emission. Dan komitmen Kementerian BUMN yang mendorong seluruh BUMN di sektornya masing-masing, untuk melakukan carbon mapping dan carbon reduction yang terukur,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/5).
Dia melanjutkan, penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bina Karya (Persero) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan konsep green construction dalam pembangunan IKN.
“Melalui kerja sama ini, SIG (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) mampu menjadi salah satu katalis sebagai penyedia bahan bangunan dalam kategori green. Karena menjalankan prinsip-prinsip ESG (environmental, social, and governance) secara baik,” katanya.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 04/IN/M/2020 tentang Penggunaan Semen Non-Ordinary Portland Cement pada Pekerjaan Konstruksi di Kementerian PUPR.
Photo
"Pembangunan IKN merupakan kerja besar pemerintah, sehingga butuh kolaborasi untuk memastikan kaidah-kaidah pembangunan hijau terus dijalankan dan dapat menghasilkan karya dan manfaat yang besar dan memberikan dampak kebaikan untuk semuanya,” ucap Sekjen Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah.
Direktur Utama (Dirut) PT Bina Karya (Persero) Boyke P. Soebroto berharap kerja sama dengan PT PT Semen Indonesia (Persero) berjalan lancar.
Karena melalui kerja sama ini dapat mendukung konsep smart and green city di IKN yang mengedepankan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan berkomitmen pada penurunan emisi karbon.
“Semua bangunan di IKN tidak hanya mengusung konsep green building. Tapi juga green construction. Karena menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan," terang dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Donny Arsal menuturkan, kerja sama dengan PT Bina Karya (Persero) merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan peran dan kontribusi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam konsep green construction pembangunan di IKN.
“Sekaligus menegaskan komitmen untuk selalu mendukung pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” terang dia. (kip/riz/k8)