Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tepis Isu Mangkrak, Kunjungan Prabowo ke IKN Jadi Bukti Proyek Nusantara Tak Akan Berhenti

Redaksi Prokal • 2026-01-21 14:00:00
Otorita IKN menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara berlanjut hingga 2028 usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Investor diminta tak ragu lagi.(FOTO:IST)
Otorita IKN menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara berlanjut hingga 2028 usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Investor diminta tak ragu lagi.(FOTO:IST)

 

SEPAKU – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 12–13 Januari 2026 menjadi penegasan atas keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut. Otorita IKN (OIKN) kini meminta para investor dan masyarakat untuk membuang jauh-jauh keraguan mengenai masa depan pembangunan Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa kehadiran Prabowo yang merupakan kunjungan perdana sejak dilantik menjadi Presiden memberikan suntikan semangat luar biasa bagi jajaran pelaksana di lapangan. Kunjungan ini dinilai sebagai dorongan moral sekaligus penguatan amanah negara.

“Kunjungan kerja ini selain memberi semangat kepada kami, juga memperkuat amanah dan tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden,” ujar Basuki pada Rabu (21/1/2026).

Target Menjadi Ibu Kota Politik pada 2028

Basuki optimistis bahwa pembangunan IKN akan berjalan sesuai timeline yang telah ditetapkan. Ia menegaskan visi pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai pusat gravitasi politik Indonesia pada tahun 2028 mendatang.

Guna mencapai target tersebut, OIKN berkomitmen menjalankan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang telah diteken sebagai landasan hukum percepatan pembangunan. Basuki juga secara khusus meyakinkan para calon investor agar segera merealisasikan komitmen investasinya di Kalimantan Timur.

“Kami mengajak masyarakat dan para investor untuk tidak ragu-ragu lagi mempertanyakan kelanjutan pembangunan IKN menuju ibu kota politik 2028,” tegas mantan Menteri PUPR tersebut.

Meski menunjukkan komitmen keberlanjutan, Presiden Prabowo tetap memberikan sejumlah catatan kritis terkait progres di lapangan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan beberapa koreksi spesifik, terutama pada sisi desain dan fungsionalitas bangunan.

“Bapak Presiden memberikan masukan agar desain dan fungsi terus disempurnakan. Otorita IKN dan Kementerian PU diminta melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar infrastruktur benar-benar efisien dan representatif sebagai pusat pemerintahan,” jelas Prasetyo.

Kunjungan ini dipandang sebagai momentum transisi penting yang menyatukan visi pembangunan era sebelumnya dengan standar efisiensi yang diinginkan pemerintahan saat ini. Dengan dukungan penuh dari pucuk pimpinan negara, IKN kini bersiap memasuki fase percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pemerintahan yang lebih masif.(*)

Editor : Indra Zakaria