NUSANTARA- Keraguan para Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai ketersediaan fasilitas pendidikan bagi anak-anak mereka di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini terjawab. Otorita IKN (OIKN) memastikan bahwa ekosistem pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan siap beroperasi secara fisik maupun fungsional pada tahun ajaran baru 2026.
Pembangunan pusat keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) di jantung Kalimantan Timur ini dibuktikan dengan kehadiran institusi pendidikan ternama, mulai dari sekolah nasional unggulan hingga lembaga pendidikan bertaraf internasional.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa kesiapan operasional mencakup seluruh jenjang pendidikan. Hal ini menjadi prioritas karena sektor pendidikan merupakan variabel penentu bagi ASN, TNI, dan Polri sebelum memutuskan untuk memboyong keluarga mereka pindah ke ibu kota baru.
“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara,” ungkap Suwito.
Salah satu yang menjadi primadona adalah SMA Taruna Nusantara. Sekolah yang dikenal dengan disiplin tinggi dan prestasi akademik ini dipastikan siap menerima angkatan pertamanya di IKN. Selain itu, Sekolah Garuda dan Sekolah Terpadu Kementerian Agama juga hadir untuk melengkapi pilihan kurikulum nasional bagi para penghuni IKN.
Tak hanya kurikulum nasional, IKN juga menarik minat lembaga pendidikan global. Progres signifikan terlihat pada empat lembaga yang telah melakukan groundbreaking, diantaranya Nusantara Intercultural School (NIS), Australian Independent School (AIS), Al-Azhar Summarecon dan Sekolah Bina Bangsa.
Di sisi lain, pemerintah berkomitmen agar tidak terjadi kesenjangan kualitas antara fasilitas baru dan sekolah yang sudah ada. Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebutkan bahwa ada pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah sekitar IKN.
“Langkah ini untuk memastikan tidak ada kesenjangan kualitas antara penduduk lama dan pendatang. Pelayanan dasar adalah hak konstitusional dan kunci agar ASN bisa bekerja dengan tenang,” tutur Troy. (*)
Editor : Indra Zakaria