Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur 'Wildlife Crossing' Dibangun Demi Beruang Madu dan Bekantan

Redaksi Prokal • 2026-03-17 14:30:00

Jembatan satwa (wildlife crossing) di ruas Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau – Simpang Tempadung dibangun untuk menjaga koridor perlintasan satwa liar. (*)
Jembatan satwa (wildlife crossing) di ruas Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau – Simpang Tempadung dibangun untuk menjaga koridor perlintasan satwa liar. (*)

 

Pembangunan jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada kecepatan konektivitas, tetapi juga memperhatikan kelestarian fauna endemik Kalimantan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memastikan pembangunan infrastruktur ini tetap ramah lingkungan dengan menghadirkan jembatan satwa (wildlife crossing).

Fasilitas khusus ini dibangun pada ruas Jalan Tol IKN Segmen 3B-2 yang menghubungkan Kariangau hingga Simpang Tempadung. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur alami satwa liar tidak terputus akibat adanya pembelahan hutan untuk badan jalan tol.

Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menegaskan bahwa proyek ini merupakan perwujudan konsep infrastruktur berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen agar kehadiran jalan bebas hambatan tersebut tetap menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan IKN.

“Pembangunan jalan tol tidak boleh memutus koridor alami satwa. Karena itu kami membangun jembatan satwa agar pergerakan satwa liar tetap terjaga,” ujar Yudi Hardiana.

Jembatan satwa ini ditempatkan di dua titik strategis, yakni pada STA 8+325 dan STA 10+025. Lokasi ini dipilih karena merupakan area yang teridentifikasi sebagai jalur perlintasan alami berbagai satwa lindung seperti orangutan, bekantan, macan dahan, hingga beruang madu.

Secara teknis, konstruksi jembatan ini dirancang sangat kokoh dengan menggunakan struktur Corrugated Steel Plate (CSP) yang memiliki bentang sekitar 25 meter dan tinggi lengkung mencapai 12,7 meter. Kekuatan konstruksi diperkuat dengan beton arch slab setebal 1 meter serta pondasi bore pile sedalam 14 hingga 21 meter untuk menghadapi kondisi tanah hutan yang kompleks.

Selain menggunakan teknologi mortar busa sebanyak 14.000 meter kubik untuk stabilitas struktur, jembatan ini nantinya akan dikondisikan agar menyerupai habitat alami sehingga satwa tidak merasa asing saat melintas.

Yudi menambahkan, keberadaan perlintasan ini juga memiliki fungsi keselamatan ganda. Selain menjaga koridor ekologis, fasilitas ini bertujuan meminimalkan potensi konflik antara satwa dengan kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Dengan penerapan konsep green infrastructure ini, BBPJN Kaltim berharap mobilitas satwa liar di sekitar IKN tetap terjaga di tengah pesatnya pembangunan fisik ibu kota baru. (*)

Editor : Indra Zakaria