SEPAKU – Seiring dengan melonjaknya antusiasme masyarakat untuk melihat langsung progres Ibu Kota Nusantara (IKN), aspek pelayanan kunjungan kini menjadi prioritas. Otorita IKN secara resmi menghadirkan 25 Pemandu Wisata Nusantara yang bertugas memberikan edukasi dan pendampingan bagi para pelancong yang menjelajahi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kehadiran para pemandu ini memberikan warna baru dalam pengalaman berkunjung ke IKN. Sejak menapakkan kaki di bus listrik gratis, pengunjung langsung disambut dengan senyum ramah dan penjelasan mendalam mengenai filosofi serta makna di balik kemegahan bangunan-bangunan ikonik di Nusantara.
Salah satu pengunjung, Rafi, mengungkapkan bahwa keberadaan pemandu wisata mengubah persepsinya tentang kunjungan ke IKN. Awalnya, ia hanya berniat mengisi waktu akhir pekan dengan jalan-jalan biasa, namun justru mendapatkan wawasan sejarah dan teknis pembangunan yang berharga.
“Ternyata ada tour guide di sepanjang bus yang menjelaskan nama-nama tempat serta cerita di balik setiap bangunan. Ini pengalaman tambahan yang sangat berkesan,” ujar Rafi saat berkunjung pada Sabtu (14/3).
Langkah Otorita IKN ini tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga pemberdayaan. Sebanyak 25 pemandu yang bertugas merupakan putra-putri daerah yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta relawan binaan Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN.
Kualitas pelayanan mereka pun tidak main-main. Sebanyak 20 orang di antaranya telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah melalui Program Aktualisasi Pemagangan selama satu tahun.
Risa Astuti, salah satu pemandu wisata, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari sejarah besar bangsa. “Menjadi Pemandu Wisata Nusantara adalah pengalaman yang sangat membanggakan. Saya bisa bertemu banyak pengunjung dari berbagai daerah dan ikut memperkenalkan perkembangan IKN secara langsung,” tuturnya.
Keberadaan para pemandu bersertifikat ini dinilai krusial sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain menunjukkan rute, mereka berperan penting memperkenalkan fasilitas publik yang sudah tersedia di KIPP Nusantara.
Risa dan rekan-rekannya berharap program ini terus berkembang seiring dengan kemajuan fisik pembangunan IKN. Pelibatan masyarakat lokal melalui Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ibu kota baru juga memberikan dampak ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi warga sekitar.
“Semoga pembangunan IKN terus lancar dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” pungkas Risa. (*)
Editor : Indra Zakaria