Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah di IKN: DPR Ingatkan Tekanan Anggaran, Basuki Siapkan Opsi WFH dan Hemat Energi

Redaksi Prokal • 2026-04-04 12:15:09
DPR RI mengingatkan potensi tekanan anggaran pembangunan IKN akibat perang Timur Tengah. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyiapkan langkah efisiensi termasuk opsi WFH dan penghematan energi.
DPR RI mengingatkan potensi tekanan anggaran pembangunan IKN akibat perang Timur Tengah. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyiapkan langkah efisiensi termasuk opsi WFH dan penghematan energi.

 

JAKARTA – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai memberikan dampak sistemik terhadap proyek strategis nasional, Ibu Kota Nusantara (IKN). Komisi II DPR RI secara resmi mengingatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pembengkakan anggaran pembangunan akibat dinamika global yang terus memanas sejak akhir Februari lalu.

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan menegaskan bahwa ketegangan di Timur Tengah berisiko memicu lonjakan harga material konstruksi hingga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dinilai dapat mengoreksi biaya pembangunan secara signifikan, terutama dalam mengejar target menjadikan IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 mendatang. Sebagai solusi jangka panjang, DPR mendorong OIKN untuk mulai mengoptimalkan potensi sumber daya alam di wilayah kedaulatannya, seperti sektor migas di Kutai Kartanegara dan potensi kepelabuhanan di kawasan pesisir, guna menciptakan sumber pendapatan mandiri.

Merespons peringatan tersebut, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi melalui efisiensi anggaran yang ketat. Basuki menegaskan bahwa kebijakan penghematan ini bukan hanya berlaku bagi OIKN, melainkan menjadi instruksi umum bagi berbagai lembaga negara dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Strategi adaptasi yang tengah dipertimbangkan mencakup penerapan skema work from anywhere (WFH) bagi staf otorita serta penghematan penggunaan listrik secara masif di kawasan inti pemerintahan.

Langkah efisiensi ini dipandang sebagai terobosan krusial agar keberlanjutan proyek IKN tetap terjaga tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. Meski rincian waktu implementasi kebijakan WFH dan penghematan energi tersebut masih dalam tahap pematangan, sinyalemen ini menunjukkan bahwa OIKN mulai bersiap menghadapi skenario ekonomi yang lebih menantang. Situasi geopolitik yang tidak stabil kini menjadi ujian bagi ketangguhan manajemen proyek IKN dalam beradaptasi dengan fluktuasi harga pasar internasional demi menjaga target pembangunan tetap on track. (*)

Editor : Indra Zakaria
#IKN