Jalur Kereta Trans Kalimantan Dirancang Terhubung ke IKN, Investor China & Rusia Mulai Lirik

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi kereta
Ilustrasi kereta

SAMARINDA — Impian melihat si 'ular besi' meliuk-liuk membelah hutan Kalimantan semakin mendekati kenyataan. Pemerintah saat ini tengah serius menyusun trase jaringan kereta api Trans Kalimantan yang berpeluang besar akan terhubung langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas masa depan di Pulau Borneo akan mengalami lompatan besar. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pihak kementerian saat ini sedang intens membahas rute ideal bersama Kementerian PPN/Bappenas, sembari menjajaki kerja sama dengan para calon investor asing.

"Ini kita sedang bahas nanti dengan Bappenas. Nanti kita akan duduk bersama dengan para investor, trase-trase mana saja yang bisa kita kembangkan, baiknya di Sumatra maupun di Kalimantan," ujar Dudy usai peluncuran sistem Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE HUB) di Jakarta Pusat, Senin (10/8).

Peluang tersambungnya jalur kereta Trans Kalimantan hingga ke jantung IKN memang sangat terbuka lebar. Meski demikian, Menhub menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dan masih melakukan perhitungan secara cermat, mengingat skala proyek yang sangat masif.

Sejumlah variabel krusial terus dimatangkan dalam tahap kajian ini. Perhitungan tersebut meliputi kepastian panjang lintasan, penentuan jenis armada kereta yang akan dipakai, hingga pemetaan topografi wilayah yang akan dilalui.

"Nah itu harus kita lihat juga berapa panjangnya, kemudian jenis keretanya yang akan digunakan. Itu semuanya terkait. Kemudian trasenya juga harus dihitung secara detail," jelas Dudy.

Besaran nilai investasi untuk mega proyek ini pun belum dibeberkan ke publik. Pemerintah beralasan angka riil investasi sangat bergantung pada hasil akhir desain trase, total panjang rute, serta spesifikasi teknis kereta yang disepakati nantinya.

Menariknya, daya tarik proyek rel kereta Trans Kalimantan dan IKN ini sukses memikat perhatian raksasa ekonomi dunia. Pemerintah mengonfirmasi bahwa investor dari China dan Rusia sudah menyatakan minat serius untuk menanamkan modal mereka dalam pembangunan jaringan transportasi rel ini.

Pemerintah sendiri menegaskan sikap terbuka bagi negara mana pun yang ingin bergabung dalam konsorsium pembangunan tersebut. "Kita terbuka karena memang kita tahu dulu Rusia sudah menyatakan minat, kemudian juga China. Kalau ada negara lain yang berminat, kami sangat dengan senang hati dan terbuka," tegas Menhub.

Saat ini, pemerintah masih menanti proposal resmi dari para calon investor yang telah menjalin komunikasi awal. Pihak investor dari China maupun Rusia dilaporkan sedang melakukan kalkulasi mendalam terkait kelayakan bisnis sebelum menyerahkan penawaran final.

"Mereka pasti sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita," ungkap Dudy.

Meski koneksi kereta menuju IKN masih berada dalam tahap penyusunan trase dan kajian kelayakan, hadirnya ketertarikan investor mancanegara menjadi angin segar. Keputusan final mengenai rute dan skema investasi akan segera ditetapkan begitu seluruh perhitungan teknis dan analisis bisnis rampung diselesaikan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kereta trans kalimantan