BALIKPAPAN — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini makin solid lewat dukungan armada udara. TNI Angkatan Udara menerjunkan helikopter Caracal H225 yang dibekali kemampuan waterbombing skala besar, dengan fokus penanganan utama menyasar area Wonotirto yang dinilai paling kritis.
Pengerahan helikopter ini menjadi krusial untuk membendung kobaran api agar tidak meluas ke kawasan penyangga IKN selama puncak musim kemarau. Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menyampaikan bahwa armada udara tersebut membawa bucket khusus berkapasitas 2.000 liter atau setara dua ton air dalam sekali angkut.
"Untuk bucket-nya sendiri adalah 2.000 liter atau sekitar dua ton air. Jadi sekali penyiraman adalah dua ton," kata Sorga Laksana saat memberikan keterangannya, Sabtu (4/9/2026).
Kapasitas besar tersebut membuat penyiraman dari udara jauh lebih efektif menembus titik api di medan terjal yang tak terjangkau kendaraan darat. Sebelum eksekusi pemadaman dimulai, tim helikopter sempat menggelar patroli pemantauan udara untuk melihat langsung dinamika titik api di lapangan. Dari hasil patroli tersebut, Wonotirto langsung ditetapkan sebagai titik prioritas penanganan.
"Spot yang paling urgent saat ini adalah di Wonotirto. Di Wonotirto itu sudah terjadi kebakaran lahan. Kemudian ada danau terdekat ataupun embung terdekat yang bisa digunakan untuk mengambil air," lanjut Sorga Laksana.
Keberadaan danau serta embung yang tak jauh dari titik api sangat menguntungkan tim di lapangan. Jarak tempuh yang pendek membuat siklus pengambilan dan penjatuhan air berjalan cepat, sehingga percepatan pemadaman karhutla di kawasan IKN dapat maksimal. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co