JAKARTA — Pembangunan rumah susun (rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan September 2026, progres fisik pengerjaan hunian vertical tersebut telah menembus angka 85 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2026 sesuai dengan masa kontrak.
Rusun MBR ini merupakan bagian dari proyek pembangunan rusun dengan kontrak tahun jamak (multiyears) periode 2024–2026 di IKN. Secara keseluruhan, proyek yang mencakup lima tower rusun tersebut mencatatkan perkembangan fisik yang memuaskan hingga mencapai 92,63 persen.
Perkembangan signifikan ini dipaparkan langsung oleh Direktur Jenderal Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, dalam acara Penyampaian Progres Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 serta Kesiapan Pelaksanaan BSPS Tahun 2027 di Menara Mandiri II, Jakarta Pusat.
"Untuk yang rusun kontrak tahun jamak ya, ini IKN, ini realisasi fisiknya sudah 92,63 persen. Jadi insyaallah ini tidak ada permasalahan," ujar Sri Haryati dalam paparannya.
Secara rincian, proyek rusun tahun jamak 2024–2026 di IKN ini merangkum total 305 unit hunian yang terbagi ke dalam lima tower. Empat tower disiapkan khusus untuk mengakomodasi anggota TNI, sedangkan satu tower sisanya diperuntukkan bagi MBR.
Dari keseluruhan bangunan, empat tower rusun TNI saat ini telah selesai dibangun 100 persen. Sementara itu, satu tower rusun MBR masih terus dikejar pengerjaannya yang kini menyisakan 15 persen sisa pekerjaan konstruksi.
Sebagai informasi, pembangunan rusun MBR di IKN ini dilaksanakan oleh Kementerian PKP melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II, di bawah pengawasan Satuan Kerja PKP Kalimantan Timur. Adapun kontraktor pelaksana yang memegang pekerjaan konstruksi di lapangan adalah PT Adhi Persada Gedung–FYP KSO. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co