
PROKAL.CO- Pernahkah Anda mengetik pesan balasan penuh emosi pada larut malam, atau melakukan belanja impulsif yang kemudian Anda sesali di pagi hari? Perasaan seolah-olah keputusan tersebut diambil oleh "orang yang berbeda" bukanlah sekadar halusinasi. Psikolog peraih Nobel Ekonomi, Daniel Kahneman, melalui bukunya Thinking, Fast and Slow, menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya mengoperasikan dua sistem berpikir yang berbeda.
Istilah yang pertama kali dikemukakan oleh psikolog Stanovich dan West ini membagi mekanisme kerja otak menjadi dua mode:
-
Sistem 1 (Cepat dan Otomatis): Bekerja secara emosional, impulsif, dan selalu aktif tanpa memerlukan banyak energi.
-
Sistem 2 (Lambat dan Logis): Bekerja secara terukur dan rasional, seperti saat Anda menghitung perkalian rumit atau membandingkan spesifikasi produk.
Sistem 2 berperan layaknya "petugas pemeriksa" yang bertugas mengontrol dan mengerem keimfunsifan Sistem 1. Namun, Tantangannya adalah Sistem 2 membutuhkan energi yang besar dan memiliki kapasitas terbatas. Ketika seseorang lelah, kurang tidur, atau mengalami kejenuhan mental (decision fatigue), Sistem 2 akan lengah, sehingga Sistem 1 mengambil alih kendali secara penuh.
Sebagai gambaran, dalam sebuah tes klasik: sebuah tongkat pemukul dan bola secara total berharga Rp1.100. Jika harga tongkat Rp1.000 lebih mahal dari bola, berapa harga bola tersebut? Refleks Sistem 1 akan cepat menjawab Rp100, padahal jawaban logis yang benar adalah Rp50. Bahkan mayoritas mahasiswa di universitas terkemuka dunia terkecoh oleh jebakan Sistem 1 ini akibat kurang mengaktifkan Sistem 2.
4 Langkah Menyiasati Impulsivitas Otak
Untuk mencegah agar tidak mudah terbawa oleh keputusan emosional Sistem 1, berikut empat strategi yang dapat diterapkan:
-
Waspadai Rasa Terlalu Percaya Diri: Jika suatu keputusan terasa sangat mudah dan pasti tanpa pertimbangan panjang, jadikan itu sebagai sinyal untuk berhenti sejenak. Ada kemungkinan Sistem 1 sedang mengambil alih.
-
Ambil Keputusan Besar Saat Kondisi Prima: Hindari mengambil keputusan krusial—seperti berpindah karier, melakukan transaksi bernilai besar, atau merespons pesan penting—saat tubuh dan pikiran dalam keadaan lelah.
-
Beri Jeda dan Istirahat: Dorongan untuk segera menyelesaikan sesuatu sering kali hanyalah paksaan dari Sistem 1. Mengambil jeda waktu sejenak membantu Sistem 2 untuk kembali bekerja secara jernih.
-
Terapkan "Jam Operasional" Pikiran: Buat batasan tegas untuk aktivitas yang berisiko, seperti menunda checkout belanja daring di atas jam 11 malam hingga keesokan harinya.
Manusia tidak bisa selalu menjadi versi terbaik dan paling rasional setiap saat. Namun, memahami cara kerja kedua sistem ini memberikan kendali untuk memilih mode berpikir mana yang paling tepat dalam menentukan keputusan-keputusan penting. (*)
Sumber : prokal.co