JAKARTA — Di tengah hamparan pasir gurun yang seolah tak bertepi di Mauritania, terhampar sebuah keajaiban alam raksasa bernama Struktur Richat. Formasi geologi unik ini membentuk pola lingkaran konsentris menyerupai mata raksasa atau sasaran panah dengan lebar mencapai 25 mil (sekitar 40 kilometer).
Saking besarnya, keindahan utuh dari Struktur Richat tidak bisa dinikmati penuh dari permukaan tanah. Bentuknya yang mencolok baru terlihat sempurna jika disaksikan dari angkasa luar.
Merekam Keunikan Struktur Richat
Keberadaan "Mata Sahara" menyimpan berbagai fakta geologi dan fungsi unik bagi penjelajahan luar angkasa:
-
Penanda navigasi luar angkasa: Struktur ini menjadi salah satu penanda visual paling populer dan berguna bagi para astronot di stasiun luar angkasa (ISS) saat mengorbit Bumi, terutama karena ukurannya yang masif di tengah hamparan gurun yang monoton.
-
Proses pembentukan alami: Meski sempat diduga sebagai bekas hantaman meteorit, para ahli geologi mengonfirmasi bahwa formasi ini terbentuk akibat proses erosi alamiah dan pengangkatan lapisan batuan bumi selama ratusan juta tahun.
-
Keberagaman lapisan batuan: Lingkaran-lingkaran berlapis pada fenomena ini terdiri dari berbagai jenis batuan yang terkikis secara tidak merata, menciptakan gradasi warna dan relief yang sangat kontras jika dilihat dari kejauhan.
Pemandangan langka ini menegaskan kembali bagaimana alam sanggup melukis mahakarya geologis dalam skala raksasa yang tidak hanya memukau mata dari Bumi, tetapi juga dari luar angkasa. (*)
Sumber : prokal.co