”Situasi internasional yang kompleks dan ketidakstabilan militer dan politik di sekitar Korea Utara menandakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesiapan menghadapi perang,” pernyataan Kim Jong-un seperti dilansir Reuters, Kamis (11/4).
Pada awal bulan ini, Kim memantau uji coba rudal balistik hipersonik jarak menengah baru yang menggunakan bahan bakar padat. Itu dianggap akan meningkatkan kemampuan Korea Utara dalam meluncurkan rudal secara lebih efektif dibandingkan dengan varian bahan bakar cair.
Korea Utara menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan provokasi dengan melakukan manuver perang, khususnya melalui latihan militer dengan skala, dan intensitas yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Para pakar mengatakan senjata terbaru itu bisa meningkatkan kemampuan Korut. Dalam mengerahkan rudal dengan lebih efektif dibandingkan varian berbahan bakar cair.
Korut mengalami peningkatan dalam teknologi persenjataan terutama beberapa tahun terakhir. Negara barat menuduh ada peran Rusia di balik peningkatan yang dialami Korut.
Korut menuduh AS dan Korsel membuat situasi di kawasan itu semakin tegang. Itu terlihat saat AS dan Korsel melakukan latihan militer dengan intensitas dan skala yang lebih besar. (*)