Dunia hukum dan jutaan penggemar di seluruh dunia berduka. Hakim Frank Caprio, sosok yang dikenal lewat acara televisi Caught in Providence dan dijuluki sebagai “hakim paling baik di dunia”, meninggal dunia pada Rabu (20/8/2025) di usia 88 tahun.
Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker pankreas sejak 2023. Kabar duka tersebut diumumkan keluarga Caprio melalui unggahan di media sosial. “Hakim Frank Caprio telah wafat dengan tenang, setelah melawan penyakitnya,” tulis keluarga dalam pernyataan resmi.
Frank Caprio adalah seorang hakim Amerika Serikat yang menjadi fenomena global berkat video-videonya yang viral di internet. Dikenal karena pendekatan yang penuh belas kasih, humor, dan kemanusiaan saat memimpin persidangan, ia telah mengubah pandangan banyak orang tentang seperti apa seorang hakim seharusnya.
Siapa Frank Caprio?
Francesco "Frank" Caprio (lahir 24 November 1936) adalah seorang hakim asal Providence, Rhode Island. Ia menjabat sebagai Hakim Ketua di Pengadilan Kota Providence. Namun, popularitasnya melampaui tugasnya di pengadilan, berkat acara televisi lokal bernama Caught in Providence.
Acara ini merekam persidangan di pengadilan Caprio, yang pada awalnya hanya tayang di stasiun TV lokal. Namun, ketika klip-klip persidangan diunggah ke YouTube dan media sosial, ia seketika menjadi viral. Jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terpukau oleh caranya menangani kasus-kasus ringan, seperti pelanggaran lalu lintas dan parkir.
Profil dan Perjalanan Karier
Frank Caprio berasal dari keluarga imigran Italia. Ayahnya adalah seorang penjual susu, dan latar belakang sederhana ini sangat memengaruhi pandangan hidupnya tentang keadilan.
Pendidikan: Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Providence College sebelum melanjutkan ke Suffolk University School of Law dan mendapatkan gelar sarjana hukum.
Karier Hukum: Setelah lulus, Caprio membuka praktik hukum pribadi. Ia kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Kota Providence dan menjabat selama enam tahun.
Menjadi Hakim: Pada tahun 1985, ia diangkat sebagai Hakim Pengadilan Kota Providence dan menjabat sebagai Hakim Ketua sejak saat itu. Selama lebih dari 30 tahun, ia telah memimpin persidangan dengan gaya yang unik dan disukai banyak orang.
Filosofi Keadilan dan Popularitas Global
Apa yang membuat Frank Caprio begitu terkenal bukanlah putusan hukumnya yang monumental, melainkan cara ia memperlakukan setiap orang yang datang ke hadapannya.
Belas Kasih dan Empati: Caprio selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita di balik setiap pelanggaran. Ia kerap meringankan atau bahkan membatalkan denda bagi orang-orang yang terbukti menghadapi kesulitan hidup, seperti kemiskinan, penyakit, atau masalah keluarga.
Mengutamakan Kemanusiaan: Ia terkenal karena melibatkan anak-anak yang hadir di persidangan. Dengan penuh kehangatan, ia akan bertanya kepada anak-anak tersebut, "Apa hukuman yang pantas untuk ayah/ibu kalian?" Pendekatan ini tidak hanya meredakan ketegangan, tetapi juga menunjukkan sisi manusiawi dari sistem hukum.
Pribadi yang Hangat: Gayanya yang santai, leluconnya yang ringan, dan kata-kata bijaknya membuat persidangan terasa seperti sesi dialog, bukan interogasi. Ia sering menutup persidangan dengan ucapan semangat, seperti "Semoga harimu menyenangkan" atau "Semoga beruntung."
Warisan dan Status Saat Ini
Kini, Frank Caprio telah menjadi ikon kebaikan hati di ranah hukum. Ia menunjukkan bahwa keadilan tidak selalu harus dingin dan tanpa emosi. Sebaliknya, keadilan bisa berjalan beriringan dengan empati dan pemahaman terhadap kondisi manusia.
Pada tahun 2023, ia mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker pankreas. Meskipun ia telah mengundurkan diri dari jadwal persidangan rutin, warisan dan dampak dari video-videonya terus hidup, menginspirasi banyak orang untuk bersikap lebih baik kepada sesama. (*)
Editor : Indra Zakaria