GAZA – Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk dengan angka korban jiwa yang terus merangkak naik secara signifikan. Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan pada Sabtu (7/2) bahwa jumlah warga Palestina yang tewas sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 72.027 jiwa, sementara 171.651 orang lainnya menderita luka-luka.
Dalam keterangan resminya, otoritas menyebutkan adanya penambahan 174 korban jiwa yang baru saja diverifikasi oleh komite pemerintah terkait. Meski upaya perdamaian terus diupayakan, kekerasan yang masih terjadi pasca gencatan senjata Oktober lalu dilaporkan telah merenggut sedikitnya 576 nyawa tambahan dan melukai ribuan orang lainnya.
Kondisi fasilitas medis di Gaza saat ini berada pada titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. Rumah sakit yang masih bertahan tidak lagi mampu memberikan perawatan maksimal dan hanya berfungsi layaknya ruang tunggu bagi ribuan pasien yang nasibnya tidak menentu. Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa upaya menjaga layanan medis dasar telah menjadi perjuangan hidup dan mati setiap harinya bagi para tenaga medis yang tersisa.
Krisis stok medis telah mencapai level yang melumpuhkan, di mana mayoritas obat-obatan esensial dan perlengkapan medis dilaporkan telah habis total. Bahkan, bahan laboratorium dan bank darah yang menjadi jantung operasional rumah sakit kini hampir tidak tersedia lagi. Hal ini mengakibatkan layanan kesehatan primer, bedah, hingga perawatan intensif menjadi sektor yang paling terdampak parah.
Salah satu poin paling memilukan dalam laporan tersebut adalah langkanya obat penghilang rasa sakit dasar, yang kini dianggap sebagai barang mewah yang sulit ditemukan. Kondisi ini memaksa banyak korban luka harus menanggung rasa sakit yang luar biasa tanpa bantuan medis yang memadai. Layanan pengobatan bagi penderita kanker dan hematologi juga dilaporkan terhenti karena persediaan yang ada sangat terbatas dan jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan.
Dunia internasional kini terus didesak untuk segera memulihkan jalur bantuan medis secara menyeluruh. Tanpa adanya pasokan obat-obatan dan alat kesehatan yang cepat, sistem kesehatan di Gaza diprediksi akan kolaps sepenuhnya, meninggalkan ribuan pasien tanpa harapan untuk pulih. (*)
Editor : Indra Zakaria