Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

UNRWA Terancam 'Lenyap', Philippe Lazzarini Sebut Israel Lakukan Tekanan Politik Masif

Redaksi Prokal • 2026-02-16 08:44:37
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menyatakan Israel ingin melenyapkan badan yang dipimpinnya. (Antara)
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menyatakan Israel ingin melenyapkan badan yang dipimpinnya. (Antara)

MUNICH – Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, melontarkan peringatan keras terkait keberlangsungan lembaga yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa Israel saat ini tengah melakukan tekanan politik secara sistematis dengan tujuan utama untuk melenyapkan eksistensi UNRWA dari wilayah Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Lazzarini dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat malam di sela-sela agenda Konferensi Keamanan Munich di Jerman. Menurutnya, upaya penghapusan peran UNRWA bukan hanya sekadar hambatan operasional, melainkan serangan langsung terhadap mandat internasional dalam membantu pengungsi Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, Lazzarini menggambarkan situasi di Jalur Gaza yang kian tragis. Warga sipil di sana berada dalam kondisi memprihatinkan karena hampir tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar demi bertahan hidup di tengah gempuran militer. Kondisi pendidikan juga menjadi sorotan tajam, di mana anak-anak Gaza dilaporkan telah kehilangan masa sekolah mereka selama lebih dari dua tahun. Hal inilah yang membuat peran UNRWA dalam menyediakan layanan kesehatan serta pendidikan dasar dan menengah menjadi sangat krusial.

Lazzarini mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini berada di bawah tekanan besar, sementara Israel dianggap terus mengabaikan hukum internasional. Salah satu bukti nyata dari tekanan tersebut adalah penghancuran kantor pusat UNRWA yang terletak di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Ia menilai tindakan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menghentikan seluruh aktivitas kemanusiaan PBB di wilayah tersebut.

Selain situasi di Gaza, Lazzarini juga memberikan peringatan dini mengenai kondisi di Tepi Barat. Ia mencatat adanya peningkatan kekerasan serta penyitaan lahan yang dilakukan oleh warga Israel terhadap tanah milik warga Palestina. Situasi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena dapat merusak harapan terhadap Solusi Dua Negara.

Ia mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan perhatian serius pada eskalasi di Tepi Barat sebelum semuanya terlambat. Tanpa adanya tindakan tegas, masa depan perdamaian dan hak-hak dasar pengungsi Palestina terancam hilang sepenuhnya. (*)

Editor : Indra Zakaria