KAIRO – Gelombang kecaman keras datang dari Liga Arab, Mesir, dan Arab Saudi menyusul pernyataan kontroversial Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Huckabee secara terbuka menyatakan bahwa Israel memiliki hak alkitabiah untuk mengklaim kendali atas sebagian besar, bahkan seluruh kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit, menilai pernyataan tersebut sangat berbahaya karena dapat memperkeruh suasana dan membangkitkan sentimen keagamaan maupun nasional yang bersifat destruktif. Menurutnya, retorika semacam ini muncul di saat yang sangat tidak tepat, yakni ketika komunitas internasional sedang berupaya keras mengupayakan gencatan senjata di Gaza serta mencari celah untuk memulai proses perdamaian yang serius.
Nada serupa disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Mesir yang menyatakan keheranan mendalam atas sikap diplomat AS tersebut. Mesir menganggap komentar Huckabee sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Dalam pernyataan resminya, Kairo menegaskan kembali posisi teguh mereka bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya, serta menolak keras segala upaya aneksasi Tepi Barat.
Kecaman juga datang dari Riyadh. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, melalui media sosial X memperingatkan bahwa retorika ekstremis ini menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan diplomatik. Ia menilai pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap stabilitas kawasan dan merusak fondasi tatanan internasional yang selama ini dijaga. Menlu Faisal menegaskan bahwa narasi ini mengancam perdamaian global dengan memusuhi negara-negara dan rakyat di Timur Tengah.
Kontroversi ini bermula dari wawancara Huckabee dengan podcaster Tucker Carlson yang dipublikasikan pada Jumat (20/2/2026). Dalam dialog tersebut, Huckabee secara eksplisit mendukung ekspansi wilayah Israel dengan dalih teologis. "Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya," ujar Huckabee, sebuah pernyataan yang kini memicu ketegangan diplomatik baru antara Washington dan sekutu-sekutu utamanya di dunia Arab. (*)
Editor : Indra Zakaria