STOCKHOLM – Fenomena alam langka terjadi di pesisir pusat Stockholm, Swedia, dalam beberapa pekan terakhir. Permukaan air Laut Baltik menyusut drastis akibat tekanan udara tinggi yang mendorong massa air keluar menuju Samudra Atlantik. Di balik anomali cuaca ini, sebuah harta karun arkeologis yang telah tersembunyi selama ratusan tahun tiba-tiba muncul ke permukaan dan memukau publik.
Di perairan sekitar Kastellholmen, rangka kayu berukuran besar terlihat jelas membentang di area yang biasanya tertutup air. Otoritas maritim bersama para peneliti telah mengonfirmasi bahwa struktur tersebut merupakan bangkai kapal perang milik Angkatan Laut Swedia yang berasal dari sekitar tahun 1640.
Berdasarkan kajian sejarah, kapal perang abad ke-17 ini ternyata tidak karam karena pertempuran sengit atau hantaman badai. Alih-alih menjadi korban perang, kapal ini sengaja ditenggelamkan oleh pihak berwenang pada masa itu. Arkeolog kelautan dari Museum Vrak, Jim Hansson, menjelaskan bahwa praktik memanfaatkan lambung kapal bekas sebagai fondasi konstruksi adalah hal yang lazim dilakukan pada zamannya.
Penggunaan kapal tua sebagai penopang akses menuju pulau di kawasan tersebut merupakan solusi cerdas di masa lalu. Mengingat material kayu berkualitas tinggi sangat mahal dan sulit didapat, Angkatan Laut Swedia memilih menyusun setidaknya lima kapal secara berjajar sebagai dasar jembatan bawah air menuju Kastellholmen.
Keajaiban dari temuan ini adalah kondisi struktur kayu yang masih relatif utuh dan kokoh meski telah berada di dasar laut selama empat abad. Hal ini dimungkinkan karena karakteristik unik Laut Baltik yang memiliki kadar garam rendah dan minim organisme perusak kayu seperti cacing laut, sehingga artefak kayu dapat terawetkan secara alami.
Penurunan muka air kali ini tercatat sebagai salah satu yang terendah dalam hampir satu abad terakhir. Meski sebagian struktur kapal sempat terlihat pada tahun 2013, kemunculan kali ini jauh lebih mendetail, memberikan kesempatan emas bagi para peneliti untuk melakukan pemetaan ulang dan analisis konstruksi militer abad ke-17.
Temuan ini kini menjadi bagian penting dari proyek riset "Angkatan Laut yang Hilang". Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi ratusan bangkai kapal perang Swedia yang masih terbaring di dasar laut, sekaligus memperkaya pemahaman dunia tentang sejarah maritim Swedia dan memperkuat upaya pelestarian warisan budaya bawah air. (*)
Editor : Indra Zakaria