PROKAL.CO- Kematian Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes telah memicu spekulasi panas mengenai siapa yang akan memegang tongkat komando Kartel Jalisco New Generation (CJNG). Di tengah kekosongan kekuasaan yang berdarah, satu nama muncul sebagai kandidat paling potensial: Abraham Jesús Ambriz Cano, yang lebih dikenal dengan julukan "El Yogurt".
Sosok muda berusia 28 tahun ini bukan sekadar komandan lapangan biasa. Ia adalah pemimpin unit elite Fuerzas Especiales Mencho (FEM) yang memiliki faksi pribadi bernama Operativa Yogurt atau Los Yogures. Saat ini, pengaruhnya membentang luas dari Jalisco, Quintana Roo, Colima, hingga kawasan strategis Sierra Madre Occidental di Michoacán.
Jejak Pengkhianatan dan Karier yang Melesat
Lahir di Apatzingán, Michoacán pada 16 Maret 1997, karier kriminal El Yogurt dimulai dari sisi yang berlawanan. Ia awalnya merupakan bagian dari kelompok Los Viagras, faksi utama dalam aliansi Cárteles Unidos (CU)—musuh bebuyutan CJNG. Ia bahkan dikenal memiliki hubungan dekat dengan gembong besar CU, Luis Barragán Chávez alias “El R5”.
Namun, pada tahun 2022, Yogurt melakukan manuver mematikan dengan berpindah haluan ke pihak musuh. Bergabungnya Yogurt ke CJNG menjadi pukulan telak bagi aliansi lamanya dan memberikan keuntungan strategis besar bagi El Mencho.
Bakat Penyelundupan dan Pasukan Bayaran Asing
Berbeda dengan pemimpin kartel tradisional yang hanya mengandalkan otot, El Yogurt direkrut karena kecerdasan logistiknya. Laporan intelijen menunjukkan bahwa CJNG sangat menghargai bakatnya dalam mengembangkan rute penyelundupan narkoba baru ke Amerika Serikat. Ia dipercaya mengelola jalur distribusi krusial di wilayah Colima dan Jalisco.
Kekayaan besar yang ia hasilkan dari perdagangan narkoba memungkinkannya membangun pasukan pribadi yang sangat profesional. Yogurt dilaporkan memprioritaskan perekrutan mantan tentara dari angkatan bersenjata Kolombia dan Guatemala sebagai tentara bayarannya. Hal inilah yang membuat unitnya dikenal lebih terlatih dan mematikan dibandingkan unit kartel pada umumnya.
Keberanian dan kemampuan El Yogurt untuk lolos dari maut sudah teruji. Pada Mei 2025, Angkatan Laut Meksiko melakukan penggerebekan besar-besaran di Huitzontla, Michoacán, dengan target utama menangkapnya. Pertempuran sengit pecah hingga menewaskan 12 anggota kartel dan melukai 3 marinir. Meski sembilan anak buahnya tertangkap, Yogurt berhasil melarikan diri dari kepungan tersebut, menambah reputasinya sebagai sosok yang sulit ditangkap.
Kini, dengan tewasnya El Mencho, El Yogurt berdiri di garis depan sebagai suksesor yang menggabungkan kemampuan militer, koneksi internasional, dan visi bisnis narkotika. Dunia kini menanti apakah "Sang Ahli Logistik" ini akan mampu menyatukan faksi-faksi CJNG yang sedang terpecah, atau justru menjadi target utama bagi rival maupun otoritas dalam babak baru perang kartel di Meksiko. (*)
Editor : Indra Zakaria