Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kisah Abdul Halim Noda: Jurnalis Jepang yang Memeluk Islam di Jantung Kekaisaran Ottoman

Indra Zakaria • 2026-02-28 07:30:00

Shotaro Noda alias Abdul Halim Noda
Shotaro Noda alias Abdul Halim Noda

ISTANBUL - Sejarah mencatat sebuah kisah luar biasa tentang perjalanan spiritual Shotaro Noda, seorang jurnalis muda asal Jepang yang memutuskan untuk memeluk Islam pada tahun 1891. Peristiwa ini bermula ketika Noda melakukan perjalanan bersejarah ke Istanbul, pusat Kekaisaran Ottoman, di mana takdir mempertemukannya dengan para tokoh besar di masa itu.

Setibanya di Istanbul, Noda berkesempatan bertemu langsung dengan Sultan Abdul Hamid II. Sang Sultan yang terkesan dengan sosok jurnalis muda ini kemudian secara khusus memintanya untuk menetap di Istanbul. Tugas yang diberikan pun cukup strategis, yakni mengajarkan bahasa Jepang kepada para perwira Ottoman guna mempererat hubungan diplomatik dan pertukaran ilmu antar-bangsa.

Selama masa tinggalnya di jantung kekhalifahan tersebut, Noda menjalin persahabatan dengan Abdullah Quilliam (sebelumnya bernama William Quilliam), seorang muslim terkemuka asal Liverpool, Inggris. Lewat diskusi mendalam mengenai ketuhanan dan kehidupan, Quilliam berhasil memperkenalkan keindahan Islam kepada Noda hingga meyakinkannya untuk bersyahadat.

Keputusan besar tersebut diambil Noda setelah ia benar-benar yakin akan keyakinan barunya. Sebagai simbol transformasi identitas dan spiritualnya, ia kemudian memilih nama "Abdul Halim". Nama ini ia sandang untuk mencerminkan keteguhan iman dan pengabdiannya dalam babak baru kehidupannya sebagai seorang muslim.

Kisah Abdul Halim Noda tetap dikenang hingga saat ini sebagai salah satu jembatan awal antara kebudayaan Jepang dan dunia Islam, serta menjadi bukti nyata bagaimana dialog antar-budaya di Istanbul abad ke-19 mampu melahirkan harmoni lintas negara. (*)

Editor : Indra Zakaria