Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Israel di Bawah Hujan Rudal: Teheran Lancarkan Serangan Balistik, Rumah Sakit Masuk Bunker Bawah Tanah

Indra Zakaria • 2026-02-28 15:58:15

ilustrasi rudal
ilustrasi rudal

TEL AVIV – Situasi di Timur Tengah meledak ke titik nadir setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke wilayah Israel pada Sabtu malam. Suara sirene serangan udara melolong tanpa henti di seluruh penjuru negeri, memaksa jutaan warga untuk segera meninggalkan aktivitas mereka dan mencari perlindungan.

Otoritas keamanan Israel segera mengeluarkan imbauan darurat kepada seluruh lapisan masyarakat untuk pindah ke tempat perlindungan bom (bunker) secepat mungkin. Peringatan ini muncul di tengah laporan terlihatnya kilatan cahaya dari rudal yang melintasi langit malam, yang memicu kepanikan massal di kota-kota besar seperti Yerusalem dan Tel Aviv.

Menanggapi eskalasi yang sangat cepat ini, Kementerian Kesehatan Israel langsung mengumumkan tingkat kewaspadaan tertinggi bagi seluruh fasilitas medis. Beberapa rumah sakit terbesar di negara itu segera mengambil langkah ekstrem dengan memindahkan seluruh operasional mereka ke fasilitas bawah tanah yang tahan ledakan guna menjamin keselamatan pasien dan staf medis.

Pusat Medis Sourasky di Tel Aviv menjadi salah satu fasilitas yang bergerak cepat dengan membuka rumah sakit darurat bawah tanahnya. Mereka mulai mengevakuasi departemen-departemen kritis dan pasien ke area yang telah diperkuat secara struktural. “Unit-unit sensitif sudah beroperasi di ruang yang terlindungi,” tegas pihak rumah sakit dalam pernyataan resmi mereka mengenai prosedur darurat tersebut.

Langkah serupa juga diambil oleh pusat kesehatan utama lainnya, di mana departemen bedah dan perawatan intensif dipindahkan ke bunker yang dirancang untuk menghadapi serangan konvensional maupun non-konvensional. Hingga saat ini, sistem pertahanan udara Israel masih bekerja keras menghalau proyektil yang masuk, sementara dunia internasional memantau dengan cemas potensi perang terbuka yang kini berada di depan mata. (*)

Editor : Indra Zakaria